Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama di Pendopo Bupati Aceh Barat, Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Barat Tarmizi yang mengundang para penggiat sosial, pendamping desa, tokoh masyarakat, serta anak yatim dari sejumlah desa di Kecamatan Johan Pahlawan.
Dalam kesempatan itu, Tarmizi berpesan kepada para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tagana, dan pendamping desa agar terus aktif membantu masyarakat, khususnya dalam memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat serta pemanfaatan bantuan pemerintah agar keluarga penerima manfaat dapat lebih mandiri.
“Kami juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik Kepala Dinas Sosial maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG), untuk terus membantu masyarakat serta mengoptimalkan pelayanan cepat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi desa dan masyarakat,” kata Tarmizi.
Menurutnya, perhatian terhadap masyarakat kurang mampu harus terus ditingkatkan seiring dengan dinamika global dan nasional yang sedang terjadi saat ini.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga menyerahkan santunan secara simbolis kepada 50 anak yatim yang berasal dari lima desa di Kecamatan Johan Pahlawan.
Selain itu, Tarmizi juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juli mendatang.
Ia menilai data yang dihasilkan dari sensus ekonomi sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi, investasi, serta perencanaan pembangunan daerah.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat Aceh Barat untuk turut menyukseskan sensus ekonomi tahun ini dengan berpartisipasi aktif dan menerima petugas sensus dengan baik,” ujarnya.
Tarmizi juga mengimbau para pelaku usaha, baik UMKM maupun usaha besar yang beroperasi di wilayah Kabupaten Aceh Barat, agar ikut berpartisipasi dalam menyukseskan sensus ekonomi 2026 dengan memberikan data yang lengkap dan benar.
“Partisipasi dan kejujuran kita semua sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan. Semakin akurat data yang diperoleh, maka semakin tepat pula kebijakan pembangunan yang dapat dirumuskan untuk kesejahteraan masyarakat Aceh Barat,” pungkasnya.
Editor: Amiruddin. MK












