Meulaboh – Bupati Tarmizi menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah dan Pasar Tani yang digelar oleh Pemerintah Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat di arena eks PKAB Aceh Barat, Senin (9/3/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 600 paket pangan murah disediakan bagi masyarakat. Selain itu, pasar tani juga menghadirkan berbagai sayur-mayur segar hasil petani lokal Aceh Barat sehingga masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah sekaligus mendukung produk pertanian daerah.
Paket pangan murah yang disediakan oleh Dinas Pangan Aceh berisi sejumlah kebutuhan pokok seperti minyak goreng, telur ayam, beras premium, dan gula pasir yang dijual dengan harga sekitar Rp162.000 per paket, jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
Bupati Tarmizi mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah melalui kolaborasi lintas pemerintah serta penguatan peran tim pengendalian harga pangan.

“Sebelum bencana hidrometeorologi terjadi, tren inflasi Aceh Barat sempat turun. Namun pasca bencana mulai mengalami kenaikan,” ujar Tarmizi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas pelaksanaan gerakan pangan murah di Aceh Barat.
“Kami masyarakat Aceh Barat mengucapkan terima kasih atas gerakan pangan murah ini. Bantuan dari Pemerintah Aceh sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.
Tarmizi berharap kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan sekali, tetapi dapat menjadi agenda rutin setiap bulan. Ia bahkan meminta dinas terkait untuk mengupayakan agar pasar tani dan gerakan pangan murah terus digelar secara berkala.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan murah, tetapi juga membuka peluang bagi petani lokal untuk memasarkan produk sayuran organik langsung kepada konsumen.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam kebutuhan dapur seperti cabai, bawang, dan tomat.
“Ke depan kita ingin kebutuhan rumah tangga seperti cabai, sayur, bawang, dan tomat tidak selalu dibeli di pasar. Semua bisa ditanam di pekarangan rumah, bahkan bagi yang tidak memiliki lahan bisa menggunakan polybag,” ujarnya.
Gerakan menanam di pekarangan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga di tengah harga kebutuhan pokok yang cenderung meningkat.
Melalui pasar tani dan gerakan pangan murah ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap ketahanan pangan masyarakat semakin kuat sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian lokal di daerah tersebut.
Editor: Amiruddin. MK














