Home / Aceh Barat / Pemerintah

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:17 WIB

Bupati Aceh Barat Lepas 604 Mahasiswa KKN UTU 2026, Dorong Validasi DTSEN hingga Penguatan UMKM Gampong

mm Redaksi

Bupati Aceh Barat Tarmizi bersama Wakil Bupati Said Fadheil, Rektor Universitas Teuku Umar, jajaran pemerintah daerah, dosen pembimbing, dan ratusan mahasiswa berfoto bersama usai pelepasan 604 peserta KKN Reguler Angkatan XXVI Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Aceh Barat, Selasa (28/7/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Tarmizi bersama Wakil Bupati Said Fadheil, Rektor Universitas Teuku Umar, jajaran pemerintah daerah, dosen pembimbing, dan ratusan mahasiswa berfoto bersama usai pelepasan 604 peserta KKN Reguler Angkatan XXVI Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Aceh Barat, Selasa (28/7/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, didampingi Wakil Bupati Said Fadheil, SH, secara resmi melepas 604 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan XXVI Tahun 2026 Universitas Teuku Umar (UTU)di halaman Kantor Bupati Aceh Barat, Selasa (28/7/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Tarmizi mengapresiasi Universitas Teuku Umar yang secara konsisten menghadirkan program KKN sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Program KKN bukan hanya bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menjadi kontribusi nyata kampus dalam mendukung pembangunan masyarakat dan gampong. Hari ini juga menjadi wujud kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dengan Universitas Teuku Umar,” ujar Tarmizi.

Menurutnya, tema KKN tahun ini sangat relevan karena mengedepankan kolaborasi mahasiswa dalam mendukung pembangunan berbasis data. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, kata dia, terus mendorong penyusunan kebijakan dan program pembangunan yang tepat sasaran melalui pemanfaatan data yang akurat.

Baca Juga :  Pemerintah Komitmen Selesaikan Kasus HAM di Aceh

Karena itu, Bupati berharap para mahasiswa dapat berperan aktif membantu validasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di tengah masyarakat, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan.

Selain mendukung pendataan, Tarmizi juga mendorong mahasiswa menjadi agent of change yang mampu menghadirkan gagasan, inovasi, serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat gampong.

“Amati persoalan-persoalan yang ada di kampung. Dari sana akan lahir empati, ide-ide cemerlang, serta solusi yang nantinya bisa menjadi kontribusi nyata bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat,” katanya.

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa juga diharapkan dapat membantu pemerintah gampong meningkatkan kualitas administrasi pelayanan publik, mendampingi pelaku UMKM memanfaatkan pemasaran digital, menggerakkan budaya literasi, serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga :  Bupati Aceh Barat Luncurkan Kartu Aceh Barat Sehat untuk Bantu Pasien Rujukan

Tarmizi menambahkan, mahasiswa juga diharapkan ikut menyosialisasikan Gerakan ASRI yang tengah digalakkan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat agar budaya hidup bersih dan bebas sampah semakin tumbuh di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.

Selain itu, mahasiswa diminta aktif memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas, sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal yang dapat meningkatkan pendapatan asli gampong.

“Kami yakin mahasiswa Universitas Teuku Umar memiliki kapasitas untuk menjalankan program tersebut. Tunjukkan bahwa kalian adalah generasi intelektual yang bukan hanya menjadi kebanggaan Barat Selatan, tetapi juga kebanggaan Aceh,” ujar Tarmizi.

Ia juga berpesan agar seluruh mahasiswa membangun komunikasi yang baik dengan keuchik, aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta seluruh warga selama menjalankan KKN.

Baca Juga :  Enam Bulan Tanpa Insentif, Aparat Desa di Kabupaten Simeulue Mengeluh

Menurutnya, pengalaman hidup dan berinteraksi langsung dengan masyarakat akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa di masa depan.

“Hari ini kita tidak bisa hanya mengandalkan ijazah, bahkan kecerdasan pun sudah banyak dibantu teknologi. Tetapi yang tidak bisa dikalahkan adalah adab, akhlak, dan kemampuan berkomunikasi,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Bupati meminta mahasiswa tidak ragu melaporkan berbagai persoalan yang ditemukan selama berada di lokasi KKN kepada pemerintah daerah agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Informasi yang disampaikan mahasiswa kami yakini akurat dan dapat dipercaya. Karena itu, apabila menemukan persoalan di masyarakat, sampaikan langsung kepada kami agar segera dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Banjir Rendam Woyla Barat, Drs. Mahdi Efendi Tinjau Langsung

Nasional

Kemenkumham Garda Terdepan Menjaga Hukum dan Hak Asasi Manusia

Aceh Barat

Hashim Djodjohadikusumo Resmikan Pabrik Karet di Aceh Barat, Tarmizi: Membantu Membuka Lapangan Kerja

Daerah

Lantik Wakajati, 5 Asisten dan 15 Kajari, Kajati Aceh Tekankan Integritas Serta Jauhi Hedonisme

Aceh Barat

Dandim Aceh Barat Hadiri Penyaluran ZIS

Aceh Barat Daya

Bupati Abdya Safaruddin Ucapkan Selamat HUT ke-24 Nagan Raya, Dorong Semangat Membangun Daerah

Aceh Barat

Tersandung Pelanggaran Kode Etik ASN, Pj Bupati Mahdi Berhentikan Dua Pejabat Pemkab Aceh Barat

Aceh Barat

Diskominsa Aceh Barat Dorong Aktivasi TTE Berbasis BSrE di RSUD Cut Nyak Dhien