Home / Daerah / Pemerintah / Simeulue

Kamis, 11 Desember 2025 - 13:45 WIB

Enam Bulan Tanpa Insentif, Aparat Desa di Kabupaten Simeulue Mengeluh

Argamsyah

Ilustrasi masyarakat dan aparatur desa, belum menerima hak insentif dan gaji mereka, foto: (Ist).
‎

Ilustrasi masyarakat dan aparatur desa, belum menerima hak insentif dan gaji mereka, foto: (Ist). ‎

Simeulue – Suara keluhan mulai menggema dari desa-desa di Kabupaten Simeulue. Para aparat desa yang menjadi ujung tombak pelayanan publik mengaku hampir enam bulan terakhir tak kunjung menerima insentif yang menjadi hak mereka, Kamis (11/12/2026).

Kondisi itu membuat banyak perangkat desa berada dalam tekanan ekonomi yang kian menyesakkan, sementara mereka tetap dituntut bekerja normal melayani masyarakat.

‎Di sejumlah desa, para aparat desa mengungkapkan bahwa mereka terus melaksanakan tugas harian meski bayangan tentang kepastian pembayaran insentif belum juga tampak.

“Sudah hampir enam bulan kami tidak menerima insentif. Kami tetap bekerja setiap hari, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujar seorang perangkat desa yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga :  Silaturahmi Sinergi PEMA Universitas Al-Washliyah Darussalam

Ia menegaskan, insentif tersebut bukan semata penghargaan atas kinerja, melainkan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kami juga punya anak, punya kebutuhan harian. Ini bukan soal besar kecilnya nominal, tapi soal kepastian,” ucapnya dengan nada kecewa.

Meski kondisi ekonomi terhimpit, para aparat desa tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik. Urusan administrasi kependudukan, pembangunan desa, hingga pengelolaan kegiatan sosial tetap berjalan sebagaimana mestinya. Namun beban psikologis terus menumpuk.

Baca Juga :  Kodim 0115/Simeulue dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Simeulue Timur dan Teupah Tengah

‎“Kadang kami harus meminjam atau berhutang di kios untuk kebutuhan rumah tangga. Sementara masyarakat menuntut pelayanan cepat. Kami paham itu tugas kami, tapi kami juga manusia,” ungkap mereka.

‎Para aparat desa mengaku sudah berulang kali mempertanyakan keterlambatan pencairan insentif kepada pihak terkait. Namun jawaban yang diterima masih sebatas bahwa “proses sedang berjalan”, tanpa penjelasan lebih jauh.

Dampaknya mulai dirasakan warga. Pelayanan publik yang biasanya lancar kini sesekali tersendat karena aparat bekerja dalam kondisi yang tidak ideal.

Baca Juga :  Oknum Anggota DPRK Simeulue Terbukti Aniaya Guru, Divonis 1 Bulan Penjara

“Bagaimanapun juga, mereka butuh motivasi. Kalau insentif saja tidak jelas, bagaimana mereka bisa fokus?” kata seorang tokoh masyarakat.

‎Keterlambatan pembayaran insentif itu memicu keprihatinan karena aparat desa merupakan garda terdepan pemerintahan di tingkat bawah. Kesejahteraan mereka, menurut banyak pihak, seharusnya menjadi prioritas agar roda pelayanan publik tetap berjalan optimal.

‎Masyarakat dan perangkat desa kini menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah, kejelasan, transparansi, serta penyelesaian segera atas persoalan yang berlarut. Mereka berharap situasi tidak dibiarkan hingga mengganggu pelayanan bagi warga masyarakat.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Pemkab Nagan Raya Akan Hadirkan 20 Group Zikir dan Ratusan Hidang Makanan pada Maulid Akbar

Daerah

Amanat Kapolres Lhokseumawe dalam Upacara Hari Lahir Pancasila

Daerah

Mengenang 20 Tahun Tsunami, Pemerintah Aceh Ajak Warga Kumpul di Masjid Raya Baiturrahman

Daerah

Pantau Posko Mudik, Ombudsman Lakukan Koordinasi Lintas Sektor.

Daerah

Kodim 0115/Simeulue Gelar Bazar Ramadhan TNI Serentak Sambut Idul Fitri 1447 H

Daerah

Pemda Aceh Selatan dan PT Kota Fajar Semen Indonesia Langgar Moratorium Izin Pertambangan Baru

Aceh Besar

Tingkatkan Pelayanan Publik, MPP Aceh Besar Tambah Instansi Baru

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Rampungkan Pencairan THR ASN Sebesar Rp26 Miliar