Banda Aceh – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menegaskan edukasi dan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat menjadi langkah paling efektif dalam mencegah penyebaran tuberkulosis (TBC) yang hingga kini masih menjadi salah satu penyakit menular dengan jumlah kasus cukup tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, mengatakan upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui pengobatan pasien, tetapi juga dengan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit tersebut.
“Sosialisasi dan edukasi secara kontinu kepada masyarakat terkait pencegahan, tanda dan gejala, serta apa yang perlu dilakukan untuk mendapatkan pelayanan TBC di fasilitas kesehatan menjadi langkah pencegahan yang paling penting,” kata Wahyudi, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami gejala awal TBC sehingga terlambat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Padahal, deteksi dan penanganan sejak dini menjadi kunci untuk memutus rantai penularan.
Dinas Kesehatan terus melibatkan kader kesehatan dan petugas puskesmas dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat di berbagai wilayah Kota Banda Aceh. Edukasi tersebut mencakup cara penularan TBC, pentingnya menjaga etika batuk, mengenali gejala penyakit, hingga pentingnya menjalani pengobatan sampai tuntas.
Wahyudi menjelaskan, masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu, demam, penurunan berat badan, dan keringat malam dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, edukasi juga bertujuan menghilangkan berbagai anggapan keliru yang masih berkembang terkait TBC.
Menurutnya, sebagian masyarakat masih mengaitkan TBC dengan stigma negatif sehingga penderita kerap enggan memeriksakan diri atau terbuka mengenai kondisi yang dialaminya.
Karena itu, Dinas Kesehatan terus memperkuat kampanye kesehatan melalui berbagai kegiatan sosialisasi yang melibatkan kader, petugas puskesmas, serta unsur masyarakat lainnya. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa TBC bisa disembuhkan dan penularannya dapat dicegah jika ditemukan serta diobati lebih awal,” ujarnya.
Dinas Kesehatan berharap upaya edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga sekaligus menekan angka penularan TBC di Kota Banda Aceh. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK















