Home / Advetorial / Banda Aceh

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:23 WIB

DPMG Dorong Lahirnya Pemimpin Perempuan di Gampong, Partisipasi Aparatur Masih 18 Persen

mm Redaksi

Para pembicara dalam forum sekolah kepemimpinan perempuan, salah satunya hadir wali kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal. Foto: Dok. Istimewa

Para pembicara dalam forum sekolah kepemimpinan perempuan, salah satunya hadir wali kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh terus mendorong peningkatan peran perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat gampong. Langkah itu dilakukan seiring masih rendahnya keterwakilan perempuan dalam struktur pemerintahan gampong.

Kepala DPMG Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti, mengatakan dari total 1.005 aparatur gampong di Banda Aceh, perempuan yang terlibat dalam pemerintahan gampong berjumlah 185 orang atau sekitar 18,10 persen.

Sementara itu, pada unsur Tuha Peut Gampong (TPG) yang berperan sebagai lembaga pengawasan dan pertimbangan di tingkat desa, keterwakilan perempuan tercatat lebih rendah. Dari total 748 anggota TPG, hanya 91 orang atau sekitar 12,16 persen yang merupakan perempuan.

Baca Juga :  Mall Baca Aceh Jadi Destinasi Edukasi, Tiga Sekolah Kunjungi Pustaka Wilayah

“Keterlibatan perempuan dalam pemerintahan gampong terus didorong agar semakin besar, terutama dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan,” kata Ritasari, Rabu (3/6/2026).

Meski keterwakilan perempuan dalam struktur pemerintahan masih relatif kecil, peran perempuan di lembaga kemasyarakatan gampong dinilai cukup dominan. Data DPMG menunjukkan terdapat 1.660 perempuan yang terlibat sebagai kader Posyandu dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) di seluruh gampong di Banda Aceh.

Baca Juga :  Rumahtangga dan Pasar Pemasok Sampah Terbesar di Banda Aceh
Ilustrasi. Kegiatan pemberdayaan perempuan. Foto: Dok. Istimewa

Menurut Ritasari, besarnya keterlibatan perempuan dalam kegiatan sosial dan pembangunan masyarakat menjadi modal penting untuk melahirkan lebih banyak pemimpin perempuan di tingkat gampong.

Untuk memperkuat peran tersebut, DPMG telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan meningkatkan partisipasi perempuan dalam musyawarah gampong agar lebih banyak perempuan terlibat dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan desa.

Selain itu, DPMG juga mendorong pelaksanaan pelatihan kepemimpinan dan peningkatan kapasitas bagi perempuan, sehingga memiliki kemampuan yang memadai untuk menduduki posisi strategis dalam pemerintahan maupun lembaga kemasyarakatan gampong.

Baca Juga :  Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Banda Aceh, 1.200 Paket Sembako Ludes Diburu Jelang Iduladha

“Perempuan perlu diberikan ruang dan kesempatan yang lebih luas untuk berperan sebagai pemimpin serta pengambil keputusan di tingkat gampong,” ujarnya.

DPMG juga memperkuat kelembagaan perempuan di tingkat desa sebagai bagian dari upaya menciptakan pembangunan yang lebih inklusif. Dengan semakin banyak perempuan terlibat dalam proses pengambilan keputusan, kebijakan yang dihasilkan diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat secara lebih menyeluruh.

Ritasari menegaskan, peningkatan partisipasi perempuan bukan hanya soal keterwakilan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kualitas pembangunan gampong yang responsif terhadap kebutuhan keluarga, perempuan, dan anak. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Wali Kota Banda Aceh Pantau Pasar Murah Daging Meugang

Advetorial

Kejagung Akan Gelar Perkara Kasus Korupsi Proyek Satelit

Advetorial

DSI Aceh Siapkan Program Pengajian ASN dan Safari Khotbah untuk Perkuat Syiar Islam

Advetorial

Virus Corona Kembali Serang Aceh, Tujuh Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19

Advetorial

Kadisbudpar Aceh: Turis Asing Meningkat pada Agustus, Capai 3.042 Orang
Desa Bah Ketol

Advetorial

Desa Bah Ketol, Harmoni Alam di Aceh Tengah

Advetorial

Kalanami Resort, Destinasi Wisata Baru di Takengon yang Menyatu dengan Alam Sungai Peusangan

Advetorial

Baitul Mal Aceh Bantu Pulangkan 12 Santriwan Kurang Mampu dari Pesantren Lirboyo Kediri