Home / Advetorial / Banda Aceh

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:52 WIB

DPMG Banda Aceh Dorong Partisipasi Warga Lewat Musyawarah Perencanaan Gampong

mm Redaksi

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti. Foto: Pemko Banda Aceh

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti. Foto: Pemko Banda Aceh

Banda Aceh – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh terus mendorong penguatan pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Gampong (Musrenbang Gampong). Forum tersebut dinilai menjadi instrumen penting untuk memastikan masyarakat terlibat langsung dalam menentukan arah pembangunan di tingkat gampong.

Kepala DPMG Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti, mengatakan partisipasi masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan pembangunan gampong yang inklusif dan tepat sasaran.

Menurutnya, pemerintah gampong wajib melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan agar program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Baca Juga :  PAOGI dan AMSA USK Gelar Aksi Deteksi Dini Kanker Serviks

“Musyawarah perencanaan gampong menjadi ruang partisipasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan menentukan prioritas pembangunan di gampong,” kata Ritasari, Minggu (14/6/2026).

Tim Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh melakukan pendampingan terhadap gampong. Foto: Dok. Istimewa

Ia menjelaskan, kewajiban pelaksanaan musyawarah tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Desa Nomor 16 Tahun 2019 tentang Musyawarah Desa, khususnya Pasal 10 ayat (2) huruf h dan Pasal 28 ayat (3) huruf d.

Baca Juga :  Pentas Urban Art Sukses, Kolaborasi Seniman Aceh-Jabar Buat Penonton Terpukau

Aturan tersebut mengamanatkan agar proses perencanaan pembangunan gampong dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk perempuan, tokoh masyarakat, kelompok rentan, dan pemuda.

Ritasari menilai, keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan tidak hanya meningkatkan transparansi, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap program yang dijalankan di gampong.

Dengan pelibatan warga sejak tahap perencanaan, pembangunan diharapkan lebih efektif dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca Juga :  473 PPPK Paruh Waktu Banda Aceh Teken Perjanjian Kerja di BKPSDM

“Pembangunan gampong tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Masyarakat harus dilibatkan sejak perencanaan agar program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan warga,” ujarnya.

DPMG Banda Aceh terus mendorong seluruh gampong untuk menjalankan musyawarah perencanaan secara terbuka dan partisipatif sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat.

Melalui forum tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga berperan aktif dalam menentukan arah pembangunan gampong di masa mendatang.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

DPMG Banda Aceh: Pemberdayaan Masyarakat Jadi Fondasi Pembangunan Gampong

Advetorial

Kasus TBC di Banda Aceh Tembus 1.600, Wali Kota Soroti Rendahnya Cakupan Imunisasi Anak

Advetorial

Anugrah Inovasi Aceh Tahun 2022, BPKA Tepati Posisi Tiga

Advetorial

Meningkatkan Kesadaran Arsip Masyarakat Aceh: DPKA Sosialisasikan Aplikasi Telusur Arsip

Advetorial

Disbudpar Aceh Gelar Festival Seni Teater

Advetorial

Sayuti Harap BI Bersinergi dengan Pemko Lhokseumawe untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Banda Aceh

Dinsos Banda Aceh Monitor Penyaluran 9.996 Paket Cadangan Beras Pangan kepada KPM di Tiga Kecamatan

Banda Aceh

Dinas Pendidikan Dayah Banda Aceh Terima 80 Bibit Pohon dari Distanbun Aceh untuk Program Penghijauan