Nagan Raya – Aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Nagan Raya kembali ditindak aparat. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nagan Raya bersama personel gabungan mengamankan dua unit alat berat jenis excavator serta empat orang yang diduga terlibat dalam kegiatan pertambangan tanpa izin.
Dua excavator itu diamankan dari dua lokasi berbeda yang diduga menjadi titik aktivitas penambangan emas ilegal. Empat orang yang berada di lokasi juga dibawa ke Mapolres Nagan Raya untuk menjalani pemeriksaan.
Penindakan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menghentikan kegiatan pertambangan yang diduga tidak memiliki izin dan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan.
Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara mengatakan kepolisian tidak hanya akan berhenti pada pengamanan pekerja di lapangan. Penyidik, kata dia, akan menelusuri pihak-pihak yang berada di balik kegiatan tersebut.
“Penindakan ini akan terus dilakukan,” ujar Benny. Kepolisian juga mendalami kemungkinan keterlibatan pemilik alat berat, pemodal, dan pengelola pertambangan.
Kasat Reskrim Polres Nagan Raya AKP Muhammad Rizal mengatakan pemeriksaan terhadap empat orang yang diamankan masih berlangsung.
Dua alat berat yang ditemukan di lokasi turut diamankan sebagai bagian dari proses penyidikan.
Menurut Rizal, penyidik masih berupaya mengurai mata rantai aktivitas tambang tersebut. Status dan peran masing-masing orang yang diamankan akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang ditemukan.
Langkah ini penting karena aktivitas tambang emas menggunakan alat berat tidak hanya menyangkut persoalan perizinan. Pembukaan lahan dan pengerukan tanah secara terus-menerus berpotensi mengubah bentang alam serta mempengaruhi kondisi lingkungan di sekitar lokasi.
Polres Nagan Raya mengimbau masyarakat tidak terlibat dalam kegiatan pertambangan ilegal. Warga juga diminta melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas penambangan tanpa izin.
Penindakan kali ini menyisakan pertanyaan yang lebih besar: siapa yang berada di belakang pengoperasian alat berat tersebut? Polisi menyatakan penyidikan masih berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita
























