Home / Daerah / Wali Nanggroe Aceh

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Jelang Hari Damai Aceh ke-21, Wali Nanggroe Ajak Masyarakat Rawat Perdamaian dan Persaudaraan

mm Redaksi

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar. Foto: Dok. Istimewa

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Menjelang peringatan Hari Damai Aceh ke-21 pada 15 Agustus 2026, Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk menjaga perdamaian, memperkuat persaudaraan, serta bersama-sama membangun masa depan Aceh yang lebih baik.

Seruan tersebut disampaikan Wali Nanggroe Aceh dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan di Banda Aceh, Jumat (14/8/2026), dengan mengusung tema “Menjaga Perdamaian, Merawat Persaudaraan, dan Membangun Masa Depan Aceh Bersama.”

Wali Nanggroe menyebut peringatan 15 Agustus merupakan momentum bersejarah bagi Aceh, yakni penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005 antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia.

Menurutnya, kesepakatan tersebut menjadi titik balik penting bagi Aceh karena mengakhiri konflik berkepanjangan sekaligus membuka ruang bagi rekonsiliasi, pembangunan, demokrasi, dan kehidupan masyarakat yang lebih damai serta bermartabat.

Baca Juga :  Pj Gubernur Safrizal: Penghujung Tahun, Waspadai Bencana Hidrometereologi Basah

“MoU Helsinki bukan sekadar mengakhiri konflik yang berkepanjangan, tetapi juga membuka ruang bagi rekonsiliasi, pembangunan, demokrasi, serta lahirnya tatanan kehidupan yang lebih damai dan bermartabat bagi seluruh rakyat Aceh,” ujar Wali Nanggroe.

Ia mengatakan, perdamaian juga telah membuka kepercayaan masyarakat internasional terhadap Aceh. Kondisi tersebut kemudian mendorong hadirnya berbagai dukungan dan bantuan kemanusiaan untuk membantu pemulihan kehidupan sosial, ekonomi, serta pembangunan kembali infrastruktur Aceh pascatsunami.

Selama 21 tahun perjalanan perdamaian, kata dia, Aceh telah mengalami berbagai perubahan, mulai dari pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendidikan dan pelayanan kesehatan hingga penguatan tata kelola pemerintahan serta hubungan kerja sama di tingkat nasional dan internasional.

Baca Juga :  Kemenko Polkam Tegaskan Pemerataan Akses Digital di Aceh

Namun, perjalanan perdamaian Aceh juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada 26 November 2025 dan menyebabkan kerusakan serta penderitaan bagi masyarakat.

Wali Nanggroe menilai semangat perdamaian turut menjadi kekuatan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana tersebut melalui solidaritas, gotong royong dan kepedulian antarsesama.

Atas nama Lembaga Wali Nanggroe Aceh, ia turut menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi menjaga perdamaian Aceh, mulai dari tokoh perdamaian, ulama, akademisi, mantan kombatan, aparat keamanan, pemerintah, organisasi masyarakat, pemuda, perempuan hingga seluruh masyarakat Aceh.

Baca Juga :  DPRK Aceh Singkil nyatakan Perang Terhadap Mafia Tanah

“Perdamaian adalah warisan bersama yang harus terus dirawat sebagai amanah lintas generasi,” tegasnya.

Menjelang peringatan Hari Damai Aceh tahun ini, Wali Nanggroe mengimbau masyarakat untuk menjadikan 15 Agustus sebagai momentum refleksi dan rasa syukur sekaligus memperkuat komitmen menjaga ketenteraman, persatuan dan harmoni sosial.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak mana pun yang berpotensi mengganggu stabilitas, menebarkan kebencian, memecah belah persaudaraan maupun mengusik perdamaian yang telah terpelihara selama lebih dari dua dekade.

“Jadikan peringatan 15 Agustus sebagai momentum refleksi, rasa syukur, dan komitmen bersama untuk memperkuat harmoni sosial serta mempercepat pembangunan yang adil, inklusif, dan bermartabat,” demikian seruan Wali Nanggroe Aceh.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Pengurus Ikamabas dan Ipelmasel Kunjungi Objek Wisata Jambo Hatta

Daerah

Ketua KIP Aceh Singkil : Bangunlah komunikasi yang baik di wilayah kerja masing-masing

Aceh Timur

Dinas Perpus Aceh Timur Kembali Gelar Lomba Sinopsis

Daerah

Diduga Dianiaya, Guru Ngaji Lapor Tuha Peut Gampong Punti Bayu ke Polisi

Aceh Besar

BPBD Salurkan 17 Liter Air Bersih ke 5 Gampong di Lhoknga Aceh Besar 

Daerah

Gubernur Aceh Terima Bantuan Kemanusiaan PMI Nasional dari Jusuf Kalla di Aceh Utara

Aceh Barat

Ribuan Umat Muslim Padati Masjid Besar Meureubo untuk Peringati Maulid Nabi SAW

Daerah

Satlantas Polres Aceh Utara Edukasi Warga Tentang Keselamatan Berlalu Lintas