Aceh Barat Daya – Dua kecelakaan yang melibatkan dump truk terjadi dalam rentang kurang dari sepekan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh.
Satu kecelakaan menewaskan seorang pemuda, sementara kecelakaan lainnya melukai pengendara sepeda motor.
Rangkaian kecelakaan itu memunculkan pertanyaan publik terkait penanganan kendaraan berat, kelayakan armada, dokumen pengemudi, hingga aktivitas angkutan dump truk di jalan raya.
Kecelakaan pertama terjadi di Jalan Nasional Blangpidie–Nagan Raya, Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh, Minggu (30/8/2026).
Dump truk BK 9103 BI bertabrakan dengan becak barang BL 4560 CF yang kendarai Rajulianda (23).
Rajulianda mengalami luka serius setelah benturan. Polisi kemudian membawa korban ke RSUD Teungku Peukan Abdya.
Namun, nyawa warga Desa Air Berudang, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, itu tidak tertolong.
Kasat Lantas Polres Abdya Iptu Sutari sebelumnya menjelaskan, kecelakaan bermula ketika becak barang melaju dari arah Blangpidie menuju Nagan Raya. Becak tersebut kemudian melebar ke sisi kanan jalan.
Dari arah berlawanan, dump truk yang dikemudikan Hendri Saputra (41) melaju menuju Blangpidie.
Hendri mengerem dan mencoba menghindar ke kiri, tetapi jarak kedua kendaraan terlalu dekat sehingga tabrakan terjadi.
Polisi mencatat Hendri tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Sementara Rajulianda tidak mengenakan helm ketika kecelakaan terjadi.
Belum tuntas perhatian publik terhadap kecelakaan maut di Susoh, kecelakaan yang kembali melibatkan dump truk terjadi di Desa Drien Beurumbang, Kecamatan Kuala Batee, Kamis (3/9/2026).
Kali ini dump truk BL 8620 AJ bertabrakan dengan sepeda motor BL 4826. Kendaraan dump truk tersebut dugaan membawa bijih besi.
Informasi mengenai dugaan armada hauling bijih besi itu masih membutuhkan verifikasi.
Polisi juga belum menjelaskan secara rinci status kendaraan maupun aktivitas angkutan saat kecelakaan.
Kasat Lantas Polres Abdya Iptu Sutari Maladi Pane membenarkan kecelakaan tersebut.
“Iya, sudah dalam penanganan kita. Sudah diperiksa termasuk SIM, malah sudah dicek urine juga. Pengendara sepeda motor tidak apa-apa, sudah jenguk ke rumah sakit,” kata Sutari, Kamis (3/9/2026).
Polisi masih memeriksa pihak-pihak yang terlibat untuk mengetahui penyebab kecelakaan.
Kondisi pengendara sepeda motor kini membaik dan korban sudah berada di rumah.
Dua kecelakaan dalam waktu kurang dari sepekan membuat persoalan keselamatan kendaraan berat kembali menjadi perhatian.
Publik kini menunggu penjelasan Satlantas Polres Abdya mengenai sejumlah hal, mulai dari kelayakan kendaraan, kepemilikan dan status operasional dump truk, kelengkapan dokumen pengemudi, hingga aktivitas angkutan kendaraan berat di jalan umum.
Terlebih, pada kasus pertama polisi mencatat pengemudi dump truk tidak memiliki SIM, sementara kecelakaan kedua juga melibatkan dump truk yang diduga mengangkut bijih besi.
Pertanyaan publik bukan hanya soal siapa yang salah dalam kecelakaan, tetapi juga bagaimana pengawasan terhadap kendaraan berat berjalan sebelum kecelakaan terjadi.
Satlantas Polres Abdya perlu memberikan penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar











