Aceh Barat Daya – Kepala Staf Kodam Iskandar Muda, Brigjen TNI Dwi Sasongko mengapresiasi inovasi yang Komandan Kodim 0110/Aceh Barat Daya, Letkol Inf Rana Mega Al-Amin kembangkan. Inovasi tersebut memanfaatkan pekarangan rumah jadi kawasan terpadu ketahanan pangan.
Kepala Staf Kodam sampaikan apresiasi saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Aceh Barat Daya pada hari Rabu. Dalam kunjungan tersebut, ia mendapatkan pendampingan dari Komandan Korem 012/Teuku Umar, Windarto.
Sebelum meninjau kawasan ketahanan pangan, rombongan lihat sekitar enam ratus prajurit yang baru tiba di lokasi Marshaling Yon TP 958/RM di Desa Rambong, Kecamatan Setia.
Brigjen TNI Dwi Sasongko nilai program yang Dandim Abdya gagas menunjukkan kreativitas dan kepedulian terhadap penguatan ketahanan pangan. Program ini telah berkembang dalam waktu sekitar tiga bulan sejak ia menjabat sebagai Dandim.
“Program ini sangat baik karena memanfaatkan lahan yang ada untuk kegiatan produktif sekaligus jadi contoh bagi prajurit dan masyarakat,” ucap Brigjen Dwi Sasongko.
Dalam peninjauan, Kasdam melihat berbagai komoditas yang dikembangkan terpadu menggabungkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem.
Di sektor pertanian, tim Dandim Abdya kembangkan budidaya sayuran dengan sistem hidroponik serta tanaman buah seperti melon dan semangka. Mereka juga manfaatkan area tersebut untuk menanam berbagai tanaman obat keluarga (TOGA).
Selain itu, mereka lakukan pembibitan pohon keras yang diharapkan bisa dukung program penghijauan dan berikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.
Kawasan tersebut juga dilengkapi dengan peternakan kambing dan bebek yang dikelola dengan sistem terintegrasi dengan kegiatan pertanian.
Di sektor perikanan, mereka kembangkan budidaya ikan dengan sistem bioflok, meliputi ikan lele dan ikan nila yang punya nilai konsumsi tinggi.
Selain itu, kawasan tersebut jadi tempat pengembangan produksi ayam ras petelur yang mencakup proses pengeraman hingga pembesaran sehingga mampu hasilkan telur secara berkelanjutan.
Pengelolaan kawasan pakai sistem zero waste, dimana seluruh limbah dan sisa pakan dari kegiatan peternakan diolah menjadi pupuk kompos organik.
Pengelolaan tersebut juga dipadukan dengan budidaya Azolla microphylla yang berfungsi sebagai pakan alternatif bernilai gizi tinggi sekaligus bantu tingkatkan kesuburan tanah.
Brigjen TNI Dwi Sasongko nyatakan bahwa konsep tersebut merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan potensi lahan yang tersedia.
Ia berharap inovasi tersebut bisa jadi contoh bagi satuan lain di wilayah Kodam Iskandar Muda.
Kasdam juga dorong para komandan dan pimpinan satuan di jajaran Kodam untuk kembangkan program serupa sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah masing-masing.
“Program seperti ini perlu dikembangkan oleh seluruh jajaran satuan sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” jelasnya.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar














