Home / Advetorial / Keagamaan / Pemerintah Aceh / Pendidikan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Kafilah Aceh Kerahkan 56 Peserta, Pembinaan Intensif Disiapkan untuk Kejar Prestasi di MTQ Nasional 2026

mm Redaksi

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP. Foto: Dok. Istimewa

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Pemerintah Aceh mematangkan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah. Sebanyak 56 peserta terbaik telah dipastikan menjadi bagian dari Kafilah Aceh yang akan berlaga pada ajang nasional tersebut di Kota Semarang, 11–20 September mendatang.

Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh memastikan seluruh kuota cabang lomba yang dipertandingkan telah terisi penuh. Para peserta yang terpilih bukan sekadar berdasarkan hasil perlombaan sebelumnya, tetapi melalui proses seleksi ulang untuk memastikan kualitas dan kesiapan mereka menghadapi persaingan tingkat nasional.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., mengatakan para peserta yang dikirim merupakan hasil penyaringan dari para juara MTQ Aceh di Kabupaten Pidie Jaya. Para peraih juara pertama, kedua, dan ketiga kembali dipanggil untuk mengikuti seleksi lanjutan sebelum ditetapkan sebagai bagian dari kafilah.

“Peserta yang mendapat juara 1, 2, 3 dipanggil kembali hasil MTQ di Pidie Jaya yang diseleksi balik, jadilah yang terpilih,” kata Misran.

Menurutnya, proses tersebut dilakukan agar Aceh tidak hanya mengirim peserta dengan status juara daerah, tetapi benar-benar memiliki kemampuan dan daya saing untuk menghadapi para peserta terbaik dari seluruh Indonesia.

Menjelang keberangkatan ke Semarang, DSI Aceh menggelar Training Center (TC) tahap ketiga sebagai bagian dari pembinaan akhir. Kegiatan yang telah berlangsung pada 6–13 Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu tahapan penting untuk mengukur kesiapan peserta sebelum memasuki arena kompetisi nasional.

Baca Juga :  Plt Sekda Aceh Terima Laporan Penyerahan Hasil Pemeriksaan BPK
Pembukaan Training Center dilakukan oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh, Drs. Syakir, M.Si. Foto: Dok. DSI Aceh

Sebelumnya pembukaan TC tahap III dilakukan oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh, Drs. Syakir, M.Si., mewakili Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, S.IP., MPA., di Aula Serbaguna Dinas Syariat Islam Aceh.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Aceh menegaskan bahwa pembinaan kafilah bukan hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun mental bertanding, kedisiplinan, serta karakter peserta sebagai duta daerah.

“Saudara-saudara adalah duta Aceh yang membawa nama baik daerah di panggung nasional. Karena itu, manfaatkan setiap proses pembinaan ini untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, memperkuat mental, menjaga kesehatan, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ujar Syakir.

Ia menyebut proses pembinaan tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya mampu berprestasi dalam perlombaan, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Pembinaan Empat Tahap, Peserta Digembleng Secara Berlapis
Untuk meningkatkan peluang meraih prestasi, Pemerintah Aceh melalui DSI bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Aceh menyusun pola pembinaan secara bertahap.

Sebanyak 56 peserta mengikuti program pembinaan yang dilakukan dalam empat tahap, yakni pada 5–13 Mei, 8–15 Juni, 6–13 Agustus, serta 6–10 September 2026 sebelum keberangkatan ke Semarang.

Baca Juga :  Squad Bapperida Abdya Antusias Ikuti Tabligh Akbar Tahun Baru

Misran Fuadi menjelaskan, pembinaan tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan peserta dalam masing-masing cabang lomba, tetapi juga menyentuh aspek mental, spiritual, dan kesiapan menghadapi tekanan kompetisi.

“Pembinaan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mengasah kemampuan di setiap cabang musabaqah, tetapi juga membangun kesiapan mental, spiritual, serta daya saing peserta,” ujarnya.

Dalam TC tersebut, peserta mendapatkan pelatihan intensif pada berbagai cabang, mulai dari Tilawah Al-Qur’an, Tartil, Qira’at, Tahfizh, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khattil Qur’an, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).

DSI Aceh juga menghadirkan pelatih daerah dan pelatih nasional untuk memperkuat kualitas pembinaan. Beberapa pelatih yang terlibat di antaranya Ustaz Syahril untuk cabang Tahfizh, Ustaz Isep Misbah pada cabang Khattil Qur’an, Ustazah Mawaddah untuk Tilawah, serta Ustazah Maria Kiftiah pada cabang Syarhil Qur’an.

Sebagian Peserta Diberi Pembinaan Khusus Bersama Pelatih Nasional
Selain TC di Aceh, DSI juga menyiapkan strategi khusus bagi sejumlah cabang lomba yang dinilai memiliki tingkat persaingan tinggi. Peserta dari cabang tertentu akan mendapatkan pembinaan tambahan di Jakarta sebelum menuju lokasi MTQ Nasional di Semarang.

Langkah tersebut dilakukan agar peserta memperoleh sentuhan langsung dari pelatih nasional yang memiliki pengalaman lebih luas dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Tinjau Program Makanan Bergizi Gratis di Aceh Utara

“Tujuannya adalah agar ada pelatihan yang supaya tersentuh dengan pelatih-pelatih nasional. Karena namanya juga MTQ Nasional, kalau yang latih dari pelatih daerah, nanti kan jauh kualitasnya dengan yang dilatih oleh tim nasional,” jelas Misran.

Namun, skema pelatihan tambahan di Jakarta tidak diberlakukan untuk seluruh peserta. Program tersebut hanya diberikan kepada cabang-cabang tertentu yang membutuhkan penguatan teknik dan strategi secara lebih mendalam.

Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Aceh, Dr. Hajarul Akbar, M.A., menyebut TC tahap III menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi akhir terhadap kemampuan seluruh peserta.

Menurutnya, seluruh proses pembinaan diarahkan untuk meningkatkan kualitas penampilan, memperkuat mental bertanding, menyempurnakan teknik, serta membangun kekompakan antarpeserta.

“Kami optimistis Kafilah Aceh mampu tampil kompetitif di MTQ Nasional. Evaluasi selama Training Center akan menjadi dasar bagi para pelatih untuk memaksimalkan potensi setiap peserta sesuai cabang yang diikuti,” katanya.

Dengan persiapan yang dilakukan secara bertahap sejak proses seleksi hingga pembinaan akhir, Pemerintah Aceh berharap Kafilah Aceh mampu tampil maksimal di MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.

Sebanyak 56 peserta yang membawa nama Aceh di panggung nasional kini dipersiapkan bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk menjaga tradisi Aceh sebagai salah satu daerah dengan kekuatan besar dalam pengembangan tilawah dan pendidikan Al-Qur’an. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Redy Rahmad Samosir Resmi Raih Gelar Doktor Hukum, Bahas Strategi Kebijakan Kredit Perbankan untuk Energi Berkelanjutan

Daerah

SMK PPN Saree Rayakan HUT Ke-58, Ini Penyampaian Kadisdik Aceh

Pemerintah

Disdik Aceh Resmikan Collaborative Learning Space, Ketua Komisi VI DPRA: Kami Mendukung Penuh

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Lantik Dr. Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh

Pendidikan

Rektor USK Apresiasi Langkah Wagub Aceh Lanjutkan Studi Magister Manajemen

Advetorial

Perempuan Didorong Ambil Peran Lebih Besar dalam Pembangunan Banda Aceh

Pemerintah Aceh

Biro PBJ Setda Aceh Gelar Gotong Royong Ciptakan Lingkungan Kerja Bersih dan Nyaman

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Dorong SDM Unggul Lewat Pendidikan Vokasi dan Sertifikasi Kompetensi