Home / Aceh Besar

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:33 WIB

Kanji Glee Taron, Kuliner Khas Aceh Besar dari 44 Daun Hutan Terus Dikembangkan

mm Redaksi

Ketua LPHD Rimueng Tuhan Hasan Bin Banta bersama ibu-ibu Gampong Leu Ue saat pertemuan pengelolaan Kanji Glee Taron sebagai kuliner khas Aceh Besar, di Kecamatan Darul Imarah, Minggu (18/1/2026). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Ketua LPHD Rimueng Tuhan Hasan Bin Banta bersama ibu-ibu Gampong Leu Ue saat pertemuan pengelolaan Kanji Glee Taron sebagai kuliner khas Aceh Besar, di Kecamatan Darul Imarah, Minggu (18/1/2026). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Kota JanthoIe Bu Kanji atau yang lebih dikenal dengan Kanji Glee Taron merupakan kuliner khas Aceh Besar yang diracik dari 44 jenis daun hutan yang dipetik dari kawasan Glee Taron Mata Ie. Makanan tradisional ini diproduksi oleh ibu-ibu Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Guna meningkatkan produksi serta memperkenalkan lebih luas kuliner tradisional tersebut kepada masyarakat, Ketua Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Rimueng Tuhan Gampong Leu Ue, Hasan Bin Banta, menggelar pertemuan bersama kelompok ibu-ibu pengelola Kanji Glee Taron.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Desak Penetapan Bencana Nasional dan Perkuat Kekayaan Intelektual di Gampong Nusa

Pertemuan pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa 44 jenis daun hutan tersebut turut dihadiri Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Darul Imarah, Hasbi, serta Penyuluh Kehutanan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah I Aceh, Zura Amali, SP, di Gampong Leu Ue, Minggu (18/1/2026).

Hasan Bin Banta menyampaikan, pembinaan terhadap pelaku produksi Kanji Glee Taron bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pemasaran, sekaligus memberikan kontribusi terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Kita ingin kuliner tradisional khas Aceh Besar ini semakin dikenal masyarakat. Karena itu, kami menggerakkan kembali semangat ibu-ibu pelaku usaha untuk meningkatkan produksi dan memperkenalkan makanan khas Aceh agar tidak kalah saing dengan makanan modern. Kami juga membantu promosi dan pemasaran, sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka dan sekaligus mendukung program pangan nasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Besar Bersama Bunda PAUD Monev Pelaksanaan Ujian SMPN 3 Ingin Jaya

Ketua KTNA Kecamatan Darul Imarah, Hasbi, menyambut baik upaya pelestarian dan pengembangan produk kearifan lokal tersebut. Menurutnya, Kanji Glee Taron merupakan kuliner yang sangat digemari masyarakat, terutama saat bulan Ramadan sebagai menu berbuka puasa.

“Ini makanan yang sangat diminati masyarakat. Selain rasanya khas, Kanji Glee Taron yang diracik dari berbagai jenis dedaunan juga memiliki manfaat bagi kesehatan,” ungkap mantan Imum Mukim Daroy Jeumpet itu.

Baca Juga :  Bazar Pangan Murah Pemkab dan Kejari Aceh Besar Dibeludaki Warga

Sementara itu, Penyuluh Kehutanan KPH Wilayah I Aceh, Zura Amali, SP, menyatakan pihaknya mendukung pemanfaatan HHBK untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian hutan.

“Produk kuliner ini merupakan kearifan lokal yang harus terus dilestarikan. Bahan bakunya berasal dari daun-daunan yang banyak tumbuh di kawasan Gunung Glee Taron. Dari sisi aturan kehutanan, pemanfaatan hasil hutan non kayu seperti daun ini tidak menjadi masalah,” pungkasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Asisten II Sekdakab Aceh Besar Serahkan Buku Adat kepada Delegasi Mahasiswa UTM

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Imbau Orang Tua Siswa antar Anak pada Hari Pertama Sekolah

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Kembali Gelar Aksi 1 Jam Pungut Sampah di Pasar Induk Lambaro

Aceh Besar

Wabup Aceh Besar Ajak ASN Tingkatkan Ibadah dan Disiplin

Aceh Besar

Sekda Aceh Besar Hadiri HUT Dharma Wanita Persatuan ke-25 

Aceh Besar

Musrenbang RKPD 2027 Kuta Cot Glie Digelar, Pemkab Aceh Besar Fokus Turunkan Kemiskinan dan Stunting

Aceh Besar

Temui Kadis Sosial Aceh, Kadinsos Aceh Besar Sampaikan Ini

Aceh Besar

Pemkab Apresiasi Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara Polres Aceh Besar