Home / Advetorial / Banda Aceh

Senin, 25 Mei 2026 - 16:59 WIB

Ketergantungan Pasokan Luar Daerah Picu Lonjakan Harga Cabai di Banda Aceh

mm Redaksi

Kepala Diskopukmdag Banda Aceh, Bukhari Sufi. Foto: Dok. Istimewa

Kepala Diskopukmdag Banda Aceh, Bukhari Sufi. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Harga cabai di Banda Aceh mengalami lonjakan tajam dalam sepekan terakhir. Data pemantauan harga kebutuhan pokok yang dirilis Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh menunjukkan kenaikan terjadi pada hampir seluruh jenis cabai, dipicu tingginya ketergantungan pasokan dari luar daerah dan terganggunya distribusi barang.

Berdasarkan data Diskopukmdag, harga cabai merah keriting naik 22,86 persen dari Rp35 ribu per kilogram pada pekan lalu menjadi Rp43 ribu per kilogram pekan ini. Kenaikan lebih tinggi terjadi pada cabai rawit hijau dan cabai rawit merah yang sama-sama melonjak 50 persen, dari Rp30 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Raih Juara Satu NSDC Tingkat Provinsi, Siswa Banda Aceh Tampil di Nasional
Pedagang cabai di Pasar Tradisional memperlihatkan cabai kualitas terbaik. Foto: Dok. Istimewa

Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Bukhari, mengatakan pergerakan harga cabai sangat dipengaruhi ketersediaan pasokan dari daerah sentra produksi. Selama ini Banda Aceh masih bergantung pada pasokan komoditas hortikultura dari luar daerah, seperti Aceh Tengah dan Sumatera Utara.

“Kita masih bergantung pada petani luar Banda Aceh. Ketika kebutuhan meningkat sementara pasokan harus didatangkan dari daerah lain, harga di pasar ikut naik,” kata Bukhari, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, distribusi barang juga menjadi faktor yang memengaruhi harga jual di tingkat konsumen. Biaya angkut yang meningkat, termasuk dampak kenaikan harga bahan bakar dan antrean kendaraan distribusi di SPBU, turut menambah beban biaya logistik.

Baca Juga :  Konten Literasi Mengembangkan Budaya Baca

“Truk pengangkut barang juga terdampak oleh kenaikan biaya operasional. Kondisi ini berpengaruh terhadap harga jual di pasar,” ujarnya.

Kenaikan harga tersebut sudah dirasakan langsung oleh pedagang maupun konsumen. Di Pasar Al Mahira, harga cabai merah bahkan mencapai Rp50 ribu per kilogram, lebih tinggi dibanding harga normal yang berkisar Rp35 ribu per kilogram.

Pedagang cabai di Pasar Al Mahirah, Bulqaini, mengatakan lonjakan harga telah berlangsung sekitar dua minggu terakhir. Ia menegaskan kenaikan tersebut bukan disebabkan tradisi meugang, melainkan berkurangnya pasokan dari distributor.

“Bukan karena meugang. Memang sudah dua minggu ini harga cabai naik karena barang yang masuk berkurang,” katanya.

Baca Juga :  Pasar Murah Digelar di Banda Aceh, Warga Bisa Tebus Sembako Rp203 Ribu

Kondisi itu mulai memengaruhi pola belanja masyarakat. Sejumlah pembeli memilih mengurangi jumlah pembelian untuk menyesuaikan pengeluaran rumah tangga di tengah kenaikan harga bahan pangan.

Meski demikian, aktivitas perdagangan di pasar tradisional masih berlangsung ramai menjelang meugang. Pedagang berharap pasokan cabai kembali normal dalam waktu dekat agar harga dapat berangsur stabil dan daya beli masyarakat tidak terus tertekan.

Lonjakan harga cabai ini kembali menunjukkan tantangan sektor perdagangan pangan di Banda Aceh yang masih bergantung pada daerah pemasok. Tanpa penguatan produksi lokal dan perbaikan rantai distribusi, fluktuasi harga komoditas strategis diperkirakan akan terus terjadi setiap kali pasokan terganggu atau permintaan meningkat. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Upaya Tingkatkan laju ekspor, Disperindag Bahas Permasalahan Yang Dialami Eksportir

Banda Aceh

MPU Banda Aceh Terima Kunjungan MUI Langkat Bahas Penguatan Penerapan Syariat Islam

Advetorial

Car Free Night Taman Inen Mayak Teri, Destinasi Wisata Malam di Kota Takengon

Advetorial

Taman Mini Gayo Indah, Objek Wisata Alam di Kompleks Perkantoran Bupati Gayo Lues

Advetorial

Belanja Warga Meningkat, Diskopukmdag Catat Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas

Banda Aceh

Irpannusir Dukung Mahasiswa, Minta Pemkab Anggarkan Beasiswa

Advetorial

Pemerintah Dorong Generasi Muda Peduli Kelestarian Lingkungan

Aceh Besar

Simpan Sabu di Sepatu, Dua Kurir Diamankan Petugas Bandara SIM Aceh Besar