Aceh Barat Daya — Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) melaksanakan penyuluhan Sekolah Siaga Bencana (SSB) bagi siswa sekolah dasar di sejumlah wilayah kabupaten tersebut.
Dinas Sosial Abdya menyasar delapan sekolah dasar untuk memberikan edukasi sekaligus simulasi menghadapi situasi darurat.
Kepala Dinas Sosial Abdya melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Berry Primadona, SE, mengatakan program tersebut bertujuan membekali siswa dan tenaga pendidik pengetahuan dasar serta keterampilan menyelamatkan diri ketika bencana terjadi.
“Wilayah kita memiliki risiko bencana alam yang tidak bisa terprediksi. Oleh karena itu, penanaman edukasi mengenai mitigasi bencana perlu sejak dini,” kata Berry, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, Penyuluh Sosial dan Pekerja Sosial memiliki peran penting dalam membangun pemahaman anak-anak mengenai langkah yang tepat saat menghadapi bencana.
“Kami ingin memastikan anak-anak sekolah dasar memiliki pemahaman awal tentang apa yang harus lakukan ketika bencana terjadi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim Dinsos menyampaikan materi secara interaktif agar mudah dipahami para siswa.
Materi mencakup pengenalan berbagai jenis bencana, cara menyelamatkan diri saat gempa, lokasi titik kumpul, serta jalur evakuasi di lingkungan sekolah.
Tim juga mengajak siswa memahami langkah perlindungan diri, salah satunya berlindung di bawah meja ketika terjadi gempa.
Selain itu, peserta menyaksikan video edukasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Berry menyebut penyuluhan di delapan sekolah tersebut menjadi tahap awal untuk membangun budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan Abdya.
“Kegiatan ini kami harapkan menjadi pilot project untuk membangun budaya kesiapsiagaan bencana di sekolah,” katanya.
Dinsos Abdya berencana melanjutkan program tersebut secara bertahap ke sekolah-sekolah lain di seluruh wilayah Abdya.
Melalui program Sekolah Siaga Bencana, Dinas sosial menargetkan terbentuknya lingkungan sekolah yang tangguh, aman, dan mampu merespons ancaman bencana secara cepat dan tepat.
Harapannya, program itu juga meningkatkan kemampuan siswa dan guru dalam mengambil tindakan penyelamatan diri sehingga risiko korban saat bencana.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar










