Home / Tni-Polri

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Kodim 0108/Agara dan Warga Percepat Penyelesaian Jembatan Gantung Perintis di Kuning Abadi, Aceh Tenggara Progres Capai 95,5 Persen

mm Redaksi

Personel Babinsa Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama warga bergotong royong menyelesaikan pengecatan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuning Abadi, Kecamatan Ketambe, yang kini telah mencapai progres pembangunan 95,5 persen, Selasa (4/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Personel Babinsa Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama warga bergotong royong menyelesaikan pengecatan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuning Abadi, Kecamatan Ketambe, yang kini telah mencapai progres pembangunan 95,5 persen, Selasa (4/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Aceh Tenggara – Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat kembali terlihat dalam upaya mempercepat penyelesaian pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuning Abadi, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Memasuki tahap akhir pembangunan, personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama warga terus bahu-membahu menyelesaikan berbagai pekerjaan finishing, salah satunya pengecatan bagian jembatan yang saat ini secara keseluruhan telah mencapai progres sekitar 95,5 persen, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam tahap penyelesaian pembangunan sebelum jembatan nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Personel TNI bersama warga tampak bekerja secara bersama-sama melakukan pengecatan pada sejumlah bagian jembatan, dengan tetap memperhatikan kerapian dan kualitas hasil pekerjaan.

Pengecatan tidak hanya bertujuan untuk memperindah tampilan jembatan, tetapi juga menjadi salah satu upaya memberikan perlindungan tambahan terhadap material konstruksi dari pengaruh cuaca dan lingkungan. Dengan proses finishing yang dilakukan secara baik dan teliti, diharapkan konstruksi jembatan dapat lebih terawat, memiliki daya tahan yang lebih baik, serta dapat digunakan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.

Babinsa Desa Kuning Abadi, Serma Zulkifli, mengatakan bahwa keterlibatan personel TNI bersama masyarakat dalam pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, kebersamaan dan semangat gotong royong yang terus terpelihara sejak awal pembangunan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan penyelesaian jembatan.

Baca Juga :  Polda Aceh Bangun 23 Sumur Bor untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Terdampak Bencana di Tamiang

“Kami berkomitmen untuk terus bekerja bersama masyarakat hingga pembangunan ini selesai sepenuhnya. Semangat gotong royong yang terjalin selama ini menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi kepentingan bersama,” ujar Serma Zulkifli.

Ia menjelaskan, pada pekerjaan yang dilaksanakan hari ini, personel TNI bersama warga difokuskan pada pengecatan lantai jembatan, tiang pondasi, serta tiang pylon pada sisi seberang. Setiap bagian dikerjakan secara cermat dan hati-hati untuk memastikan hasil akhir pembangunan tetap memiliki kualitas yang baik, rapi, dan sesuai dengan fungsi jembatan sebagai sarana penghubung antarkawasan masyarakat.

Menurutnya, meskipun pembangunan telah memasuki tahap akhir, seluruh personel yang terlibat tetap mengutamakan ketelitian dan kualitas pekerjaan. Hal tersebut penting dilakukan agar jembatan yang nantinya digunakan oleh masyarakat tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu memberikan manfaat dan keamanan dalam mendukung berbagai aktivitas warga.

Menariknya, pengecatan jembatan didominasi warna merah dan putih yang merupakan warna identitas kebangsaan Indonesia. Pemilihan warna tersebut sekaligus menjadi simbol semangat nasionalisme, persatuan, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Warna merah dan putih yang menghiasi bagian jembatan diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur tersebut tidak terlepas dari semangat kebersamaan dan persatuan antara TNI dan masyarakat. Lebih dari sekadar sebuah sarana penghubung, jembatan ini diharapkan menjadi salah satu wujud nyata kepedulian dan kerja bersama dalam meningkatkan akses serta kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.

Baca Juga :  Kodam IM Gelar Latihan Posko I Korem 011/Likawangsa

Serma Zulkifli menambahkan, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuning Abadi dapat terlaksana dengan baik berkat adanya kerja sama dan kekompakan seluruh pihak. Semangat gotong royong yang terus dipertahankan sejak awal pekerjaan hingga memasuki tahap finishing menjadi kekuatan tersendiri dalam mendukung percepatan pembangunan.

“Kami mengapresiasi semangat masyarakat yang selama ini dengan sukarela ikut membantu setiap tahapan pekerjaan. Kekompakan seperti ini sangat penting, karena pembangunan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan dukungan dan kepedulian bersama agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Keberadaan Jembatan Gantung Perintis tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat Desa Kuning Abadi dan sekitarnya. Jembatan akan menjadi akses penting untuk mempermudah mobilitas warga, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, menuju lahan garapan maupun dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Selama ini, akses yang memadai menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat pedesaan dalam mendukung kelancaran kegiatan ekonomi. Dengan hadirnya jembatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menghemat waktu dan tenaga dalam melakukan mobilitas, sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari wilayah produksi menuju permukiman maupun pasar.

Baca Juga :  Antisipasi Kenakalan Remaja, Personel Polsek Kuta Makmur Tingkatkan Patroli Malam Hari

Selain itu, jembatan ini juga diharapkan dapat membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat dalam menjangkau berbagai fasilitas dan pusat kegiatan di wilayah sekitar. Kemudahan akses tersebut pada akhirnya dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan desa.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuning Abadi menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana semangat kebersamaan dan gotong royong mampu menjadi kekuatan dalam menyelesaikan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dengan progres yang telah mencapai 95,5 persen, seluruh pihak berharap pembangunan jembatan tersebut dapat segera dirampungkan sesuai target. Setelah selesai dan dapat dimanfaatkan, jembatan diharapkan tidak hanya menjadi sarana penghubung secara fisik, tetapi juga menjadi penghubung harapan dan peluang bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian, memperlancar aktivitas, serta mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera.

Melalui keterlibatan Babinsa dan masyarakat dalam setiap tahapan pekerjaan, semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat terus diwujudkan melalui aksi nyata. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan senantiasa mampu memberikan kontribusi positif dalam mendukung pembangunan wilayah serta membantu menciptakan kondisi yang semakin maju, aman, dan sejahtera bagi masyarakat Aceh Tenggara.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Tni-Polri

Di Acara TTKKDH, Kapolri Serukan Lestarikan Budaya hingga Wujudkan SDM Unggul

Aceh Barat Daya

Polres Abdya Siagakan Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem

Hukrim

Kemenko Polkam Tekankan Sinergi Nasional dalam Penguatan Keamanan Laut

Tni-Polri

Wakapolri Tekankan Transformasi Digital dan Penguatan SDM pada Rakernis Humas Polri 2026

Tni-Polri

Biro Rena Polda Aceh Gelar Pembinaan Fungsi Perencaaan 2022

Tni-Polri

Kapolda Aceh Pimpin Korp Raport Kenaikan Pangkat Personel Periode 1 Juli 2023

Tni-Polri

Satuan Brimob Polda Aceh Bersama Polres Nagan Raya Laksanakan Simulasi Sispamkota

Tni-Polri

Kapolda Aceh Ajak Influencer Muda Sajikan Konten Berimbang dalam Kegiatan Saweu Keude Kupi