Home / Tni-Polri

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:56 WIB

Kodim 0108/Agara Kencangkan Kabel Baja Utama Jembatan Gantung Perintis di Ds. Kumbang Jaya, Aceh Tenggara

mm Redaksi

Personel Satgas Kodim 0108/Aceh Tenggara melaksanakan penegangan kabel baja utama (sling tensioning) pada pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Aceh Tenggara, Senin (6/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Personel Satgas Kodim 0108/Aceh Tenggara melaksanakan penegangan kabel baja utama (sling tensioning) pada pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Aceh Tenggara, Senin (6/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Aceh Tenggara – Komitmen Satgas Kodim 0108/Aceh Tenggara dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur terus diwujudkan melalui pengerjaan Jembatan Gantung Perintis yang dilakukan secara bertahap, terencana, dan mengedepankan standar teknis yang tinggi. Setelah sebelumnya berhasil menyelaraskan posisi kabel utama di kedua sisi bentangan jembatan, pada Senin (6/7/2026) personel Satgas kembali melaksanakan tahapan penegangan kabel baja utama (sling tensioning) sekaligus mengangkut sisa material tali sling menuju lokasi pembangunan jembatan gantung lainnya di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan paling penting dalam proses pembangunan jembatan gantung. Penegangan kabel baja utama dilakukan untuk memastikan seluruh kabel memiliki tingkat kekencangan yang seragam sesuai dengan standar konstruksi. Tahapan ini sangat menentukan kekuatan, kestabilan, dan daya dukung jembatan dalam menopang beban konstruksi maupun aktivitas masyarakat setelah jembatan selesai dibangun.

Sejak pagi hari, personel Satgas Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama tim teknis telah berada di lokasi pembangunan untuk melaksanakan serangkaian pekerjaan secara teliti dan penuh kehati-hatian. Dengan memanfaatkan peralatan khusus berkapasitas berat, proses penarikan dan penegangan kabel dilakukan secara bertahap pada setiap titik yang telah ditentukan. Seluruh pekerjaan diawasi secara ketat guna memastikan tidak terjadi perbedaan tingkat tegangan pada kabel yang dapat memengaruhi keseimbangan maupun kekuatan struktur jembatan.

Baca Juga :  Pangdam IM : Taman Nasional Gunung Leuser harus kita Jaga dan Rawat

Selain melakukan penegangan kabel utama, personel Satgas juga melaksanakan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh sambungan sling, pengikat, serta posisi kabel di sepanjang bentangan jembatan. Setiap bagian diperiksa kembali untuk memastikan tidak terdapat kabel yang kendur (slack), sehingga distribusi beban nantinya dapat tersebar secara merata pada seluruh konstruksi. Ketelitian dalam setiap tahapan tersebut menjadi faktor penting untuk menghasilkan jembatan yang kokoh, aman, dan memiliki usia pakai yang panjang.

Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin, menjelaskan bahwa proses penegangan kabel baja merupakan lanjutan dari penyempurnaan struktur utama jembatan yang sebelumnya telah melalui tahapan penyelarasan posisi kabel. Menurutnya, seluruh proses dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keseimbangan beban di sepanjang bentangan jembatan agar konstruksi memiliki tingkat kestabilan yang optimal.

“Penegangan sling hari ini merupakan lanjutan dari proses penyempurnaan struktur utama jembatan. Kami memastikan setiap bagian kabel berada pada tingkat ketegangan yang ideal sehingga bentangan jembatan memiliki kekuatan, kestabilan, dan tingkat keamanan yang maksimal sebelum memasuki tahapan pemasangan lantai jembatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tinjau Vaksinasi Serentak se-Indonesia, Kapolri Instruksikan Akselerasi ke Lansia dan Anak-Anak

Ia menambahkan bahwa ketelitian dalam proses penegangan kabel merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan secara keseluruhan. Oleh karena itu, setiap pekerjaan selalu melalui tahapan pengawasan dan evaluasi secara berlapis agar kualitas konstruksi benar-benar memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Kami ingin memastikan seluruh struktur gantung benar-benar rigid, seimbang, dan siap menerima beban konstruksi berikutnya. Tahap ini menjadi fondasi utama sebelum pekerjaan pemasangan rangka, lantai jembatan, serta komponen pendukung lainnya dilaksanakan. Dengan pengawasan yang maksimal, kami optimistis jembatan ini nantinya akan memberikan rasa aman, nyaman, dan memiliki daya tahan yang baik untuk digunakan masyarakat dalam jangka panjang,” tambahnya.

Di sela-sela kegiatan, personel Satgas juga memanfaatkan waktu secara efektif dengan mengangkut sisa material tali sling menggunakan kendaraan menuju titik pembangunan Jembatan Gantung Perintis lainnya. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya efisiensi distribusi material agar seluruh kebutuhan pembangunan di lokasi lain dapat segera terpenuhi tanpa mengalami keterlambatan, sehingga progres pembangunan beberapa jembatan gantung di wilayah Aceh Tenggara dapat berjalan secara bersamaan.

Jembatan Gantung Garuda yang sedang dibangun memiliki panjang sekitar 250 meter dan dirancang dengan konstruksi yang kokoh serta mampu menghadapi kondisi geografis kawasan Sungai Kali Alas. Struktur jembatan dibuat dengan elevasi yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan debit air sungai yang pada musim penghujan dapat mencapai sekitar lima meter. Perencanaan tersebut diharapkan mampu memberikan tingkat keamanan yang lebih baik sekaligus menjaga fungsi jembatan agar tetap dapat digunakan dalam berbagai kondisi cuaca.

Baca Juga :  Polantas Menyapa di Sukabumi, Kakorlantas Perkuat Kolaborasi Humanis dengan Ojol Jelang May Day

Keberadaan Jembatan Gantung Perintis ini nantinya diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai kendala transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat. Dengan tersedianya akses penyeberangan yang lebih aman dan memadai, mobilitas warga akan semakin lancar, distribusi hasil pertanian dan perkebunan menjadi lebih cepat, serta akses menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pusat-pusat perekonomian akan semakin mudah dijangkau.

Pembangunan jembatan yang terus dikebut oleh Satgas Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama tenaga teknis dan masyarakat juga menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Semangat kebersamaan, disiplin, dan kerja keras yang ditunjukkan selama proses pembangunan mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai kekuatan utama dalam mewujudkan infrastruktur yang berkualitas, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh Tenggara.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Tni-Polri

Kasdam IM Terima Paparan RGB Uji Siap Tempur Tingkat Peleton Yonkav 11/MSC dan Yonzipur 16/DA TA.2024

Tni-Polri

Wakapolda bersama Tim KKDN Setjen Wantannas Bahas Soal Rohingya

Tni-Polri

Kapolda Aceh Pimpin Sertijab 6 PJU dan 6 Kapolres

Tni-Polri

Ancam Jiwa Pengendara, Personel Polresta Banda Aceh Urai Kemacetan di Jembatan Rusak

Nasional

Sinergi TNI-Kejaksaan : Implementasi MoU dalam Penugasan Personel dan Dukungan Institusional

Daerah

Seleksi Calon Bintara TNI AD: Pangdam IM Tekankan Objektivitas dan Integritas

Daerah

Isi Kuliah Umum di USK, Kapolda Aceh Bahas Harmoni Kamtibmas dan Penegakan Hukum

Aceh Barat Daya

Satlantas Polres Abdya Sambangi Latihan Paskibra