Home / Banda Aceh / Sosial Budaya

Selasa, 21 April 2026 - 10:41 WIB

Kolaborasi Tour APEKSI 2026, Delegasi Diajak Telusuri Wisata Sejarah dan Tsunami di Banda Aceh

mm Redaksi

Delegasi APEKSI 2026 menelusuri situs wisata sejarah dan kebencanaan dalam rangka Kolaborasi Tour di Banda Aceh, Senin (20/4/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kota Banda Aceh

Delegasi APEKSI 2026 menelusuri situs wisata sejarah dan kebencanaan dalam rangka Kolaborasi Tour di Banda Aceh, Senin (20/4/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Rangkaian kegiatan Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Banda Aceh dilanjutkan dengan Kolaborasi Tour yang mengajak para peserta menelusuri destinasi wisata sejarah dan kebencanaan, Senin (20/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai sejarah sekaligus potensi wisata edukasi yang dimiliki Kota Banda Aceh, khususnya yang berkaitan dengan peristiwa tsunami 2004 dan proses pemulihan kota setelah bencana.

Para delegasi diajak mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah, termasuk Museum Aceh, Museum Tsunami Aceh, serta situs PLTD Apung yang menjadi salah satu saksi dahsyatnya gelombang tsunami. Lokasi-lokasi tersebut kini menjadi destinasi wisata edukatif yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Baca Juga :  Ribuan Warga Banda Aceh Ikuti Kirab Tarhib Ramadan 1447 H, Semarak di Sepanjang Jalan Protokol

Di Museum Tsunami Aceh, peserta mendapatkan penjelasan mengenai peristiwa gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004, sekaligus proses rekonstruksi dan kebangkitan masyarakat pascabencana. Museum tersebut juga berfungsi sebagai pusat edukasi mitigasi bencana bagi generasi muda.

Sementara itu, kunjungan ke PLTD Apung memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk melihat salah satu ikon paling dikenal dari dampak tsunami, yang kini menjadi simbol kekuatan dan ketahanan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana.

Baca Juga :  Satpol PP WH Banda Aceh Tegur PKL Jalan T. Iskandar, Dorong Penataan Ruang Publik

Ketua TP PKK Kota Banda Aceh, Dessy Maulidha, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat wisata, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan reflektif bagi para peserta APEKSI.

Menurutnya, Banda Aceh ingin menunjukkan bahwa dari sebuah tragedi besar, lahir semangat kebangkitan dan kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana serta pelestarian sejarah.

Baca Juga :  Pemerintah Kota Banda Aceh Raih Predikat “Sangat Baik” dalam Evaluasi SPBE Tahun 2024

“Ini bukan sekadar kunjungan wisata, tetapi juga pembelajaran tentang ketangguhan dan bagaimana masyarakat bangkit dari bencana besar,” ujarnya.

Kegiatan Kolaborasi Tour ini juga menjadi sarana memperkuat hubungan antar pemerintah kota melalui pendekatan budaya, sejarah, dan edukasi, sekaligus memperkenalkan Banda Aceh sebagai kota yang memiliki daya tarik wisata berbasis sejarah dan bencana.

Melalui agenda ini, diharapkan para delegasi dapat membawa pengalaman dan pengetahuan yang dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan wisata edukatif di daerah masing-masing.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Keagamaan

Ketua DPRK Banda Aceh Dukung Pengembangan Nasyid sebagai Media Dakwah dan Identitas Syariat

Advetorial

Ribuan Tenaga Kerja di Kota Banda Aceh Dapat Jaminan Kematian Dari Pemerintah

Banda Aceh

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Aceh Gelar Gerakan Nasional Cerdas

Banda Aceh

Buka Perjusa SMP Islam Al-Azhar Cairo, Wawalko Banda Aceh Tekankan Pentingnya Pembangunan Karakter

Banda Aceh

Gugatan Anak terhadap Ibu Kandung Karena Harta Digugurkan Hakim. Kuasa Hukum ucapkan Terimakasih

Advetorial

DPMG Banda Aceh Pastikan Perempuan Terlibat dalam Perencanaan Pembangunan Gampong

Advetorial

Illiza: Pemberdayaan Perempuan Jadi Kunci Penguatan Masyarakat Banda Aceh
Tersangka pengedar Narkoba ditangkap di Peureulak Aceh Timur, Sabtu (25/1/2025) (Foto.Dok.Polda Aceh.NOA.co.id).

Banda Aceh

Edar Narkoba, Warga Peureulak dibekuk