Jakarta – Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menyampaikan pentingnya industri MRO (Maintenance Repair Overhaul) Batam Aero Technic. Hal itu, dikarenakan industri ini merupakan andalan untuk kelancaran kegiatan operasional dari penerbangan baik maintenance/perawatan maupun perpanjangan sertifikasi kelayakan di dunia penerbangan.
“Salah satu industri yang Saya kunjungi bersama Pimpinan dan Anggota Komisi VII DPR RI dan Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian yang disambut oleh Dirut MRO Batam Aero Technic. Kami sebagai Komisi VII DPR RI hadir dalam rangka panja daya saing industri untuk mengetahui permasalahan industri untuk diselesaikan agar bisa bersaing di regional dan global,” kata BHS, dikutip Minggu (30/11/2025).
Ternyata, lanjutnya, Bandara Hang Nadim Batam yang mempunyai luas lahan 1.762 hektar, permasalahan utama adalah industri komponen yang masih dapat dikatakan tidak ada sehingga 90% komponen harus diimpor dari negara lain sedangkan di Singapura yang bandaranya mempunyai luas 1.300 ha, Industri MRO di Singapura memiliki luasan lahan yang dimanfaatkan untuk industri komponen pesawat dan hampir 100% industri komponen pesawat sudah ada di bandara Changi Singapura.
“Ini yang menjadi kendala kesulitan mereka apalagi beberapa negara ASEAN membebaskan bea masuk dan pajak komponen pesawat dan bahkan harga fuel di angkutan penerbangan di beberapa negara di ASEAN jauh lebih murah, berbeda antara 30-50% Mereka juga menemui kesulitan untuk mendapatkan SDM terampil & kompeten sehingga dibutuhkan perhatian dari pemerintah yang seharusnya memfasilitasi SDM yang kompeten seperti yang ada di negara Vietnam. Industri tersebut juga menginginkan pengembangan lahan dikarenakan saat ini hanggar yang mereka punya untuk maintenance sudah overload dan sering terjadi antrian sampai beberapa tahun,” jelasnya.
Menurutnya, ini tentu menghambat dunia penerbangan yang akan melakukan maintenance dan pembaruan sertifikat.
“Lahan bandara Hang Nadim masih sangat luas sedangkan yang terpakai baru sekitar 20% tetapi setiap perusahaan tsb ingin mengembangkan tapi selalu mendapatkan kesulitan sehingga hingga saat ini mereka belum bisa menambah lahan produktif di wilayah bandara tersebut,” tuturnya.










