Aceh Jaya – Dayah Nurul Huda Al-Aziziyah (NUHA) yang berlokasi di Gampong Meutara, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, resmi mengantongi dua Surat Keputusan (SK) Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dua SK tersebut diberikan untuk jenjang Wustha (setara SMP/MTs) dan Ulya (setara SMA/MA), menandai pengakuan resmi negara terhadap sistem pendidikan pesantren yang dijalankan Dayah NUHA.
Dayah Nurul Huda Al-Aziziyah diasuh oleh Tgk. H. Faisal Abdullah yang lebih dikenal dengan sebutan Walidi Lamno, seorang ulama yang juga merupakan alumni Dayah MUDI Mesra Samalanga.
Pendidikan Muadalah merupakan sistem pendidikan pesantren yang telah diakui kesetaraannya dengan pendidikan formal nasional. Dengan pengakuan ini, ijazah santri dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun untuk berbagai keperluan administrasi lainnya.
Penyerahan SK dilakukan dalam kegiatan Penyerahan KMA Ijop SPM Baru yang digelar di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026). SK tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, kepada Walidi Tgk. H. Faisal Abdullah.
Melalui keterangan pers yang diterima NOA.co.id, Walidi Lamno menyampaikan bahwa diterbitkannya dua SK Pendidikan Muadalah tersebut merupakan bentuk pengakuan penting dari negara terhadap sistem pendidikan pesantren yang selama ini dijalankan di Dayah NUHA.
“Diterimanya dua SK Pendidikan Muadalah ini merupakan pengakuan yang sangat berarti bagi dayah kami untuk terus berperan dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlakul karimah. Dengan pengakuan ini, kami dipercaya menyelenggarakan pendidikan pesantren yang tetap menjaga tradisi, namun diakui secara resmi oleh negara,” ujar Walidi Lamno.
Walidi menambahkan, Pendidikan Muadalah memberikan ruang bagi dayah untuk tetap mempertahankan kajian kitab kuning sebagai ciri khas pesantren, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Keberhasilan tersebut, lanjut alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga ini, tidak terlepas dari doa dan bimbingan para ulama besar seperti Abu MUDI, Aba MUDI, dan Aby MUDI, serta dukungan para dewan guru dan berbagai pihak lainnya.
Walidi Lamno juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh dewan guru dan pengajar Dayah Nurul Huda Al-Aziziyah yang telah bekerja keras hingga terbitnya SK Pendidikan Muadalah tersebut.
Menurutnya, dengan diraihnya SK Pendidikan Muadalah untuk dua jenjang sekaligus, Dayah NUHA kini memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan pesantren.
“Pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi dayah-dayah lain di Aceh untuk terus mengembangkan pendidikan Islam berbasis tradisi yang tetap mendapatkan pengakuan secara nasional,” pungkasnya.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Sanusi









