Home / Pendidikan

Sabtu, 22 November 2025 - 10:07 WIB

Lomba Guru Berprestasi Aceh 2025 Ditutup, Disdik Tekankan Guru Harus Jadi Role Model

mm Redaksi

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, saat menutup Lomba Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Aceh Tahun 2025, Jumat (21/11/2025). Foto: Dok. Dinas Pendidikan Aceh

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, saat menutup Lomba Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Aceh Tahun 2025, Jumat (21/11/2025). Foto: Dok. Dinas Pendidikan Aceh

Banda Aceh — Lomba Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Aceh Tahun 2025 resmi ditutup pada Jumat (21/11/2025), oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.Pd. Penutupan kegiatan tersebut dilakukan setelah seluruh tahapan penilaian diselesaikan secara daring melalui Zoom Meeting.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga mengumumkan para pemenang dari berbagai kategori, di antaranya Pengawas, Kepala Sekolah, dan Guru Berprestasi. Penyerahan hadiah dan penghargaan direncanakan akan dilaksanakan pada Upacara Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang digelar di Banda Aceh pada 25 November 2025.

Dalam sambutannya, Murthalamuddin menegaskan bahwa guru saat ini tidak lagi cukup hanya unggul dalam aspek administratif atau prestasi individual semata. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini menuntut guru untuk mampu menghadirkan praktik baik yang nyata di tengah perubahan perilaku generasi muda.

Baca Juga :  Kadisdik Aceh Upayakan Mobil Antar Jemput untuk Siswa SLB Abdya

“Hari ini, anak-anak lebih percaya pada konten media sosial dibandingkan guru. Karena itu, guru harus hadir dengan praktik baik yang nyata, yang mampu bersaing dengan narasi di media sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perubahan perilaku dan pola pikir peserta didik tidak dapat dihindari. Nilai-nilai baru, menurutnya, lebih banyak terbentuk dari apa yang mereka tonton setiap hari, bukan semata dari apa yang diajarkan di ruang kelas.

“Di sinilah guru harus kembali menjadi otoritas keilmuan dan keteladanan. Kebenaran hari ini sering kali ditentukan oleh siapa yang paling banyak menyuarakan, bukan siapa yang paling benar. Guru tidak boleh kalah narasinya,” tegas Murthalamuddin.

Baca Juga :  93.397 Anak Yatim dan Piatu di Aceh Segera Terima Bantuan Pendidikan Tahun 2025
Prestasi Bukan Sekadar Gelar

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh itu juga menyinggung bahwa ke depan, pola penilaian guru berprestasi akan mengalami perubahan. Prestasi, kata dia, tidak hanya diukur dari raihan gelar atau juara, tetapi dari dampak nyata yang diberikan kepada lingkungan pendidikan.

“Pertanyaannya bukan sekadar siapa juara, tetapi apakah dia mampu menjadi teladan, menggerakkan guru lain, dan melahirkan praktik baik yang bisa ditiru,” jelasnya.

Ia mencontohkan bahwa tidak sedikit individu berprestasi secara akademik, namun kurang berkembang sebagai pemimpin karena minimnya kemampuan sosial dan kepemimpinan.

Baca Juga :  Menlu Sugiono : Ada 1.508 Kasus TPPO, Paling Tinggi di Kamboja

“Kemampuan intelektual tanpa kemampuan sosial membuat seseorang sulit menjadi penggerak,” ujarnya.

Murthalamuddin juga mengajak seluruh guru di Aceh untuk membuka diri terhadap perubahan dan kritik demi kemajuan pendidikan.

“Pendidikan Aceh seperti sedang tidur nyenyak. Kita harus bangun bersama. Banda Aceh yang sudah maju harus mampu memberi dampak positif bagi daerah lain,” katanya.

Di akhir acara, Murthalamuddin menegaskan bahwa lomba ini harus menjadi pemicu perubahan karakter guru Aceh, sehingga nilai-nilai positif tersebut dapat diwariskan secara langsung kepada peserta didik.

“Guru berprestasi harus mampu menjadi penggerak. Kita bukan mencari siapa yang paling hebat, tetapi siapa yang paling memberikan dampak, terutama bagi peserta didiknya,” tutupnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Aceh Besar Jadi yang Pertama di Aceh, Disdikbud Gelar Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum Tingkat SMP

Aceh Utara

Gubernur Aceh Mualem Hadiri Pelantikan IKA Unimal, Azhari Cagee Resmi Jadi Ketua Umum

Pemerintah Aceh

Bunda PAUD Aceh Serukan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

Daerah

Integritas dari Desa: KPK Bangun Benteng Antikorupsi di Aceh dan Banten

Daerah

Simulasi SNBT 2024 : Ini Hasil dan Tindak lanjutnya

Daerah

Hingga akhir 2024, Gaji 1.622 Guru di Pidie Jaya Belum dibayarkan

Pemerintah Aceh

SMA Negeri 2 Patra Nusa Manyak Payed Terima Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2025-2026

News

UNADA Banda Aceh Gelar Yudisium Sarjana Angkatan Pertama, Cetak 50 Lulusan Perdana