Home / Advetorial / Banda Aceh

Senin, 25 Mei 2026 - 16:05 WIB

Lonjakan Permintaan Meugang Picu Kenaikan Harga Tomat di Pasar Al Mahira

mm Redaksi

Potret pedagang bahan pangan di Pasar Tradisional saat melayani pembeli. Foto: Dok. Istimewa

Potret pedagang bahan pangan di Pasar Tradisional saat melayani pembeli. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Aktivitas perdagangan bahan pangan di Banda Aceh semakin menggeliat menjelang tradisi meugang. Meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan dapur mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas, salah satunya tomat yang kini dijual hingga Rp25 ribu per kilogram di Pasar Al Mahira.

Lonjakan harga tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya transaksi perdagangan menjelang hari besar keagamaan. Pedagang mengaku permintaan bahan pangan mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir, seiring masyarakat mulai berbelanja untuk kebutuhan meugang.

Ilustrasi jenis tomat Aceh yang dijual di Pasar Al Mahirah, Banda Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Pedagang Pasar Al Mahira, Fajri, mengatakan harga tomat yang sebelumnya berada di kisaran Rp15 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp25 ribu per kilogram. Kenaikan hampir dua kali lipat tersebut telah berlangsung sekitar dua minggu terakhir.

Baca Juga :  Rekam Jejak 11 Kali Bencana Tsunami Melanda Aceh Dipamerkan di Museum Tsunami

“Biasanya Rp15 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp25 ribu per kilogram,” kata Fajri, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, kenaikan harga mulai memengaruhi pola belanja masyarakat. Sebagian konsumen memilih mengurangi jumlah pembelian karena harga yang dianggap cukup tinggi dibandingkan kondisi normal.

Meski demikian, aktivitas jual beli di pasar tetap ramai. Selain tomat, berbagai kebutuhan dapur lainnya juga mengalami peningkatan permintaan saat meugang. Berbeda dengan tomat, harga bawang merah masih relatif stabil di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Melangkah Bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Menuju Generasi Gemar Membaca

Data pemantauan harga kebutuhan pokok yang dirilis Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh menunjukkan permintaan masyarakat terhadap bahan pangan mengalami peningkatan menjelang meugang dan saat hari meugang. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga di pasar tradisional.

Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Bukhari, mengatakan kenaikan harga menjelang meugang merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap tahun karena tingginya kebutuhan masyarakat dalam waktu bersamaan.

“Ketika permintaan pasar meningkat dan banyak diminati masyarakat, harga juga ikut naik,” ujarnya.

Baca Juga :  Pekan Raya Cahaya Aceh Resmi Dibuka, Yuk Intip Kemeriahannya

Menurut Bukhari, lonjakan permintaan tidak hanya berasal dari kebutuhan konsumsi harian. Sebagian masyarakat juga membeli bahan pangan dalam jumlah lebih besar untuk disimpan sebagai persediaan selama beberapa hari ke depan.

“Ada masyarakat yang membeli melebihi kebutuhan sehari-hari untuk stok. Akibatnya kebutuhan pasar meningkat dan beberapa barang menjadi lebih cepat habis sehingga harga ikut naik,” katanya.

Ia menilai tradisi meugang memiliki dampak ekonomi yang cukup besar terhadap sektor perdagangan lokal. Selain meningkatkan omzet pedagang, momentum tersebut juga mempercepat perputaran barang dan uang di pasar tradisional Banda Aceh. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

DSI Aceh Gencarkan Program Sosialisasi Untuk Pecahkan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Advetorial

Pemko Banda Aceh Salurkan 1.500 Paket Sembako Murah Jelang Idul Adha

Advetorial

Vaksin Merah Putih Masuk Tahap Uji Klinis Pertama

Banda Aceh

Ustaz Derry Sulaiman Ajak Jamaah Hidupkan Sunnah Rasul pada Maulid Raya Banda Aceh

Advetorial

Disbudpar Aceh dan Hubdam IM Sosialisasikan Pelestarian Cagar Budaya ke Seratusan Pelajar
Final DPD Award 2025

Banda Aceh

Michael Octaviano Wakili Aceh Masuk Final DPD Award 2025

Advetorial

Disperindag Aceh Raih Juara Dua Stand Terbaik Pada Pameran Bandung Tourism, Craft and Investment Expo 2022

Advetorial

Langkah Pemerintah Kota Banda Aceh Menekan Angka Pengangguran