Home / Internasional / Pemerintah

Selasa, 8 Oktober 2024 - 17:34 WIB

Menko Polhukam : Pentingnya Kerja Sama Komprehensif Untuk Berantas TPPO di Asia Tenggara

mm Redaksi

Menko Polhukam Hadi Tjahjanto (Pertama Kiri) bersama Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (Pertama Kanan) dalam Pertemuan Asean Political Security Community Council ke-28, Vientiane, Selasa (8/10/2024). (Foto Humas Kemenko Polhukam).

Menko Polhukam Hadi Tjahjanto (Pertama Kiri) bersama Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (Pertama Kanan) dalam Pertemuan Asean Political Security Community Council ke-28, Vientiane, Selasa (8/10/2024). (Foto Humas Kemenko Polhukam).

Vientiane – Menko Polhukam Hadi Tjahjanto dalam Pertemuan Asean Political Security Community Council ke-28 menyoroti terjadinya peningkatan korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) di Asia Tenggara, terutama korban TPPO yang dipaksa melakukan penipuan online. Untuk itu, perlu kerja sama komprehensif dalam penanganan dan penindakan TPPO oleh negara-negara ASEAN, Selasa.

“ASEAN perlu menindaklanjuti dan memberikan perhatian khusus terhadap kesepakatan ASEAN Leader’s Declarations on Combating Trafficking in Persons caused by the abused of technology,” tegas Hadi saat memimpin Delegasi Indonesia pada ApSC ke-28, Vientiane, 8 Oktober 2024.

Baca Juga :  Kemlu RI Imbau seluruh WNI agar waspada dan bijak menerima tawaran kerja di luar negeri

Menko Polhukam menekankan apabila TPPO ini tidak ditangani secara serius, alih alih menjadi epicentre of growth, kawasan Asia Tenggara bisa menjadi “epicentre of scam”.

“ASEAN telah menyepakati kerja sama penegakan hukum seperti ASEAN Mutual Legal Assistance. Untuk melengkapi upaya pemberantasan kejahatan transnasional di kawasan secara komprehensif, perlu diselesaikan segera ASEAN Extradition Treaty,” Terang Hadi.

Menko Polhukam selaku Penanggung Jawab Pilar Komunitas Polkam ASEAN, mengapresiasi ASEAN yang telah berhasil mengimplementasikan hampir 100 persen dari Cetak Biru Masyarakat ASEAN 2025.

Baca Juga :  Menko Polhukam Ajak Insan Pers Kedepankan Kode Etik Jurnalistik pada Pemberitaan Pilkada Serentak

“Diharapkan Visi ASEAN 2045 dapat segera dituntaskan agar ASEAN siap menghadapi tantangan masa depan,” Ujarnya.

Delegasi Indonesia di APSC ke-28 juga menekankan pentingnya setiap pihak terkait menahan diri di Laut China Selatan agar tidak terjadi eskalasi ketegangan yang dapat membawa pada konflik terbuka.

“Penyusunan Code of Conduct on South China Sea juga perlu segera difinalisasi sebagai panduan untuk menjaga perdamaian di Laut China Selatan. Keamanan maritim perlu terus diperkuat, termasuk melalui ASEAN Maritime Forum (AMF) dan Expanded AMF (EAMF),” Pungkasnya.

Baca Juga :  Kemlu RI Berhasil Memulangkan 21 WNI Korban TPPO dari Myanmar

Setelah memimpin Delegasi RI pada pertemuan Dewan Komunitas Politik Keamanan ASEAN ke-28, Menko Polhukam akan menjadi Delegasi RI pada KTT ASEAN ke-44 dan ke-45 yang dipimpin oleh Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin.

Pada tahun 2024 ini, Laos merupakan Ketua ASEAN dan menjadi tuan rumah untuk KTT ASEAN ke-44 dan ke-45 serta KTT terkait lainnya. Terdapat 11 KTT termasuk KTT dengan mitra eksternal ASEAN termasuk Kanada, RRT, Jepang, Republik Korea, Australia, India, AS dan PBB.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Peringati Hari Anak Nasional di Aceh, Pj Gubernur Ajak Orang Tua Lindungi dan Penuhi Hak Anak

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Resmikan Pagar Masjid Agung Al Munawwarah Kota Jantho

Daerah

Pj Gubernur Safrizal Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2024 di Aceh

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar cairkan TPP ASN Secara Bertahap

Daerah

Imigrasi Sabang Sosialisasi Bahaya TPPO dan TPPM melalui Desa Binaan Imigrasi dan Launching Inovasi Digital SEULANGA

Pemerintah

Pj Gubernur Aceh: Silaturrahmi Kunci Menghadapi Tantangan Zaman

Daerah

Presiden Prabowo Akan Beri Bantuan Sapi untuk Tradisi Meugang di Aceh

Aceh Barat

Pemkab Aceh Besar Gelar Silaturahmi Bersama Forkopimda, OPD, dan Stakeholder