Home / Daerah

Selasa, 18 Maret 2025 - 00:06 WIB

Minimnya PAD, Pidie Butuh Optimalisasi

mm Amir Sagita

Anggota DPRK Pidie, Alkautsar. Foto: Dok. Amir Sagita/NOA.co.id

Anggota DPRK Pidie, Alkautsar. Foto: Dok. Amir Sagita/NOA.co.id

Sigli – Kabupaten Pidie sejak dulu kurang Pendapatan Asli Daerah (PAD), hal itu disebabkan kurangnya upaya dari pihak terkait untuk memaksimalkan untuk menggais pendapatan.

Padahal Pidie salah satu kabupaten dengan wilayah geografis yang begitu luas dan jumlah populasi yang hampir setengah juta jiwa. Sebaran desa atau gampong juga sebanyak 730 desa dari 23 kecamatan.

“Tentu jika berbicara aspek pembangunan baik fisik maupun SDM membutuhkan kesediaan anggaran yang cukup”, hal itu disampaikan Alkautsar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie dari Partai Demokrat, saat buka puasa bersama anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pidie di salah satu caffe, Senin (17/3/2025).

Baca Juga :  Asnawi Kumar Pimpin FPRMI Aceh

Menurut Alkautsar, faktanya, Pidie hingga saat ini masih sangat bergantung pada transfer pusat dengan berbagai skema dikarenakan PAD Pidie sangat tidak optimal. “Coba kita pikir sejenak ya, apakah mungkin Pidie yang begitu luas potensi pendapatan yang sangat besar hanya menghasilkan Rp 50 miliar setiap tahunnya ? Ini diuar dari pendapatan rumah sakit ya dan dana bagi hasil lainnya.

“Menurut saya disini ada masalah yang sangat serius dan harus mendapat penanganan secara khusus oleh bupati. Sebab jika tidak dicari akar permasalahannya sulit mendapatkan PAD yang idial”, papar politisi Partai Demkrat ini.

Baca Juga :  PJ Bupati Simeulue Tegaskan ASN Harus Netral Jelang Pilkada 

“Saya berikan beberapa contoh, misalnya jika mau inventarisir aset Pidie. Kita punya pasar, kita punya ruko yang banyak, di Beureunuen-Grong-grong, Teupin Raya-Sigli-Lamlo juga sepertinya. Kemudian tanah/lahan produktif, gedung, dan aset-aset bergerak lainnya, belum lagi dari retribusi baik dari parkir hingga galian c, advertising, pajak sarang burung walet dan banyak lainnya. Sangat besar potensi pendapatan Pidie, “Ini harus kita evaluasi bersama. Pun dasar hukumnya qanun jika perlu kita revisi juga agar lebih progresif demi kemaslahatan masyarakat Pidie”, tegas Alkautsar.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha 1445 H, DTPHP Aceh Singkil lakukan Pengawasan Kesehatan dan Asal Usul Hewan kurban

Politisi muda ini akan terus mengawal isu pendapatan, karena seyogyanya pendapatan adalah jembatan kesejahteraan masyarakat Pidie. “Kami di lembaga DPRK Pidie juga telah berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pemerintahan Bupati Sarjani Abdullah selama lima tahun kedepan. “Hal-hal konkrit dari dukungan kami tersebut adalah upaya DPRK Pidie untuk meningkatkan pendapatan sehingga dengan mudah pemerintah melakukan aktualisasi dari gagasan atau visi misi bupati Sarjani-Alzaizi kedepan.

Penulis: Amir Sagita

Editor: Amiruddin MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Hujan Rezeki BSI Mobile Hadir di Aceh, Hadiah Utama Mobil BMW 320i Sport

Daerah

Kejati Aceh Peringati Hari Lahir Kejaksaan ke-79

Daerah

Warga Bongkar Kios Secara Sukarela, Pemkab Pidie Tata Kawasan Kota Mini

Daerah

Warga Binaan Lapas Lhoknga Ikut Topang Ekonomi Keluarga

Aceh Timur

Wartawan Aceh Timur kecewa Dengan PB PON XXI Aceh-Sumut, Ini Permasalahannya

Daerah

Gerindra Aceh Selatan Rayakan 80 Tahun RI dengan Santuni Anak Yatim dan Bagi Ratusan Bendera di Tapaktuan

Aceh Timur

Popda Aceh Timur Berakhir, Pj. Sekda Aceh Timur Mengalungkan Medali Emas Cabor Pencak Silat

Daerah

EMI Apresiasi Respons Humanis Aparat, Keselamatan Rakyat Jadi Prioritas