Home / Pemerintah Aceh

Kamis, 23 April 2026 - 21:24 WIB

Mualem Buka Musrenbang RKPA 2027, Tekankan Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh

mm Redaksi

Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, saat membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) Tahun 2026 yang bertema

Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, saat membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) Tahun 2026 yang bertema "Percepatan Pemulihan Pascabencana melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan", di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis, (23/4/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh — Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPA 2027 di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan yang digelar Bappeda Aceh ini dihadiri unsur pemerintah pusat seperti Kemendagri, Bappenas, dan DPR RI, serta Forkopimda Aceh, DPR Aceh, Sekda Aceh, kepala SKPA, bupati/wali kota, hingga perwakilan LSM dan pers.

Dalam sambutannya, Mualem menegaskan bahwa Musrenbang RKPA menjadi forum penting untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan Aceh dengan program nasional agar tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Batasi JKA Mulai Mei 2026, Fokuskan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Kurang Mampu
Tema Pemulihan Pascabencana

Mualem menyebut tema pembangunan tahun 2027 adalah “Percepatan Pemulihan Pascabencana melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan”. Ia berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat dalam proses pemulihan Aceh.

Menurutnya, Aceh membutuhkan anggaran sekitar Rp40 triliun untuk pemulihan menyeluruh, namun kondisi anggaran saat ini belum mencukupi.

“Semua unsur yang hadir hari ini mari kita pikirkan bersama solusi terbaik untuk Aceh,” ujarnya.

Soroti Dampak Banjir dan Infrastruktur

Mualem juga menyoroti dampak banjir yang berpengaruh pada meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh. Ia menilai bantuan pemerintah pusat masih terbatas pada kebutuhan dasar seperti sandang dan pangan.

Baca Juga :  Dinsos Aceh Laksanakan Program Jumat Sehat dan Gotong Royong

Sementara untuk rehabilitasi infrastruktur seperti jalan dan jembatan, menurutnya belum tertangani secara optimal.

Ia juga mengungkapkan masih adanya wilayah pedalaman yang masyarakatnya harus menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai.

Perhatian pada Lingkungan dan Pesisir

Selain itu, Mualem menyoroti kondisi lingkungan, terutama sungai yang melebar serta kuala di wilayah pesisir yang belum tertangani dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa jika kuala tidak segera dibenahi, aliran air dari hulu dapat terhambat dan berpotensi memperparah banjir.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Bertemu Ketua MPR RI Bahas Pembangunan Aceh

Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas nelayan yang harus menunggu air pasang untuk melaut.

Harapan Dukungan Pusat

Pemerintah Aceh, kata Mualem, telah berupaya mendapatkan izin dari pemerintah pusat untuk melakukan pengerukan kuala sebagai langkah antisipasi bencana.

Ia berharap Kementerian Kelautan dan pihak terkait dapat segera memberikan dukungan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa lebih besar di masa mendatang,” pungkasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

News

Gubernur Kukuhkan Pengurus Tim Penggerak PKK Aceh, Dorong Pemberdayaan Keluarga dan Kesejahteraan Masyarakat

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Fadhlullah Sambut Mendagri di Banda Aceh, APEKSI 2026 Bahas Tata Kota dan Fiskal Daerah

Daerah

Plt Sekda Pimpin Upacara Hari Amal Bakti ke-79 Kementerian Agama di Aceh

Pemerintah Aceh

M. Nasir Buka Forum Konsultasi Publik RKPA 2027, Dorong Pembangunan Tangguh dan Sinergi Pusat-Daerah

News

Gubernur Aceh Bakal Terbitkan Edaran Tutup Toko Saat Azan 

Berita

PWI Aceh: Anggaran Iklan Rp71,7 Miliar Penting untuk Menyelamatkan Media Lokal Pascabencana

Aceh Timur

Sekda Aceh Temui Bupati Aceh Timur, Bahas Penanganan Dampak Banjir

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Serahkan Bantuan Rumah Korban Bencana di Bireuen, Nilai Capai Rp86,9 Miliar