Home / Pemerintah Aceh

Sabtu, 22 November 2025 - 12:50 WIB

Pemerintah Aceh Tegaskan Komitmen Pelestarian Bahasa Daerah

Redaksi

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Syaridin S.Pd., M.Pd. Foto: Dok. DPKA

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Syaridin S.Pd., M.Pd. Foto: Dok. DPKA

Banda Aceh – Pemerintah Aceh menegaskan komitmen pelestarian bahasa daerah di Aceh. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Syaridin S.Pd., M.Pd, mewakili Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, saat membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2025 yang digelar di Hotel Ayani, Banda Aceh, Sabtu, 22 November 2025.

“Aceh memiliki kekayaan bahasa yang luar biasa. Selain Bahasa Aceh, kita memiliki bahasa Gayo, Alas, Kluet, Aneuk Jamee, Tamiang, Simeulue, Devayan, Sigulai, Haloban, dan lainnya. Kekayaan ini adalah identitas dan jati diri kita,” kata Syaridin.

Baca Juga :  Lantik Wali Kota Subulussalam, Gubernur Aceh: Jadilah Pemimpin Amanah dan Bertanggungjawab

Kepala DPKA dalam sambutan tertulis Gubernur Aceh, menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Aceh atas penyelenggaraan FTBI yang dinilai menjadi momentum penting dalam upaya memajukan bahasa daerah dan memperkuat kebudayaan Aceh.

Kepala DPKA menegaskan, derasnya arus digital dan perubahan zaman menghadirkan tantangan serius bagi pewarisan bahasa ibu, terutama kepada generasi muda. Karena itu FTBI dinilai bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan gerakan pemajuan budaya.

Syaridin menyebutkan Festival itu dilaksanakan untuk memastikan bahwa anak-anak Aceh tetap mengenal, mencintai, dan menggunakan bahasa ibu mereka. “Bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, tetapi wadah nilai, pengetahuan, dan kearifan lokal,” ujar dia.

Baca Juga :  Ibu Gubernur Aceh Jemput Remaja Lumpuh Layu Asal Pulo Aceh

Melalui FTBI, Syaridin berharap generasi muda semakin bangga berbahasa daerah, sementara sekolah dan keluarga memperkuat perannya sebagai penjaga kelestarian bahasa ibu. Ia juga mendorong terciptanya inovasi pembelajaran bahasa daerah yang menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.

Kepada para peserta, Gubernur melalui Kepala DPKA berpesan agar FTBI menjadi ruang belajar yang bermakna. “Menang atau tidak menang bukan tujuan akhir. Yang terpenting adalah bagaimana adik-adik dapat menjadi duta bahasa yang mampu menjaga dan melanjutkan warisan budaya Aceh,” pesannya.

Baca Juga :  Seserhana dan Akrab: Marlina Berburu Takjil Dengan Sepeda Motor

Pada kesempatan itu, Pemerintah Aceh juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Balai Bahasa Provinsi Aceh atas dedikasi dalam pembinaan, pelestarian, dan pengembangan bahasa daerah.

FTBI tingkat provinsi ini merupakan lanjutan dari pelaksanaan festival di tingkat kabupaten/kota, dan menjadi tahap seleksi akhir sebelum peserta mewakili Aceh pada tingkat nasional. Acara pembukaan dihadiri jajaran Balai Bahasa Provinsi Aceh, para guru pendamping, budayawan, pemerhati bahasa, dan ratusan peserta dari seluruh kabupaten/kota. **

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Sebut Sawit Aceh Bebas Deforestasi, Wagub Ajak Perusahaan Global Investasi di Aceh 

Daerah

Gubernur Muzakir Manaf: Penghapusan Barcode Demi Kenyamanan Bersama

Daerah

Sekda Aceh Terjebak Longsor di Putri Betung Gayo Lues Saat Salurkan Bantuan Banjir dan Longsor

Aceh Utara

Kunjungi Pengungsian di Matang Kareung, Marlina Muzakir dan Dinsos Aceh Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

News

Pj Gubernur Safrizal Verifikasi Penerima Rumah Layak Huni di Aceh Jaya 

News

Gubernur Aceh Bakal Terbitkan Edaran Tutup Toko Saat Azan 

Pemerintah Aceh

DPRA dan Pemerintah Aceh Sahkan APBA 2026: Fokus Turunkan Kemiskinan dan Perkuat Infrastruktur

Nasional

Pemerintah Aceh Kembali Raih Predikat Informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025