Home / Aceh Barat / Pemerintah

Minggu, 20 September 2026 - 20:57 WIB

Pemkab Aceh Barat Buka Program Kerja dan Magang ke Jepang untuk 30 Peserta

mm Redaksi

Program kerja dan magang ke Jepang bagi 30 putra-putri asal Aceh Barat, dengan pendaftaran berlangsung 21–25 September 2026. Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Program kerja dan magang ke Jepang bagi 30 putra-putri asal Aceh Barat, dengan pendaftaran berlangsung 21–25 September 2026. Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Meulaboh – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) membuka program kerja dan magang ke Jepang bagi 30 putra-putri terbaik asal Aceh Barat.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, mengatakan program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Aceh Barat, Akademi Komunitas Negeri (AKN) Aceh Barat, dan Dinas Pendidikan Aceh melalui Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah Aceh Barat.

“Program ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Aceh Barat untuk membuka lapangan pekerjaan dan menurunkan jumlah pengangguran. Untuk tahap awal, akan diberangkatkan sebanyak 30 orang peserta,” kata Tarmizi, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga :  Pemkab Aceh Jaya Terima 68 Sertifikat Tanah dari BPN Aceh

Tarmizi menjelaskan, program kerja dan magang ke Jepang tersebut dikhususkan bagi putra-putri asal Aceh Barat yang dibuktikan melalui Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akta kelahiran.

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta meliputi:

  • Minimal memiliki ijazah SMA atau SMK.

  • Berusia 18–28 tahun.

  • Tinggi badan minimal 158 sentimeter bagi laki-laki dan 150 sentimeter bagi perempuan.

  • Lulus seleksi, wawancara, dan tes kesehatan.

  • Mendapatkan restu dari orang tua.

  • Patuh dan rajin.

  • Tidak merokok.

  • Tidak terlibat narkoba dan judi.

  • Tidak bertato dan bertindik.

  • Memiliki keahlian yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi.

“Sementara itu, berkas pendaftaran yang harus dipersiapkan para peserta yaitu fotokopi akta kelahiran, KTP, KK, ijazah dan transkrip nilai masing-masing satu lembar, pasfoto berwarna ukuran 3×4 sebanyak dua lembar, surat keterangan sehat dari puskesmas, Kartu Siapkerja atau AK1, SKCK, dan surat keterangan dari keuchik,” ujar Tarmizi.

Baca Juga :  Bupati Aceh Barat Lantik Pejabat di Tengah Masyarakat Saat Program Berkantor Sehari

Bagi 30 peserta yang mengikuti program kerja dan magang tersebut, Pemkab Aceh Barat akan menyediakan pelatihan bahasa Jepang selama tiga bulan yang dibimbing instruktur khusus bersertifikasi.

Selain pelatihan, peserta juga akan mendapatkan fasilitas makan dan minum selama pelatihan, perlengkapan belajar seperti modul, buku, dan tas, serta uang transportasi. Seluruh fasilitas tersebut diberikan secara gratis.

Baca Juga :  Awasi Anggaran Olahraga, Kemenpora teken MoU dengan Kejagung

“Selain kuota 30 orang yang disediakan oleh Pemkab Aceh Barat, juga tersedia kuota kelas mandiri untuk 20 peserta. Mereka juga akan mendapatkan biaya pelatihan gratis, sementara untuk modul, baju, makan, dan kebutuhan lainnya ditanggung secara pribadi,” jelasnya.

Bagi putra-putri Aceh Barat yang berminat mengikuti program kerja dan magang ke Jepang tersebut, pendaftaran dapat dilakukan di Kantor Distransnaker Aceh Barat yang beralamat di Desa Lapang.

Pendaftaran dibuka mulai 21 hingga 25 September 2026, sedangkan keberangkatan peserta dijadwalkan pada awal tahun 2027.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Kawal Koordinasi Penanganan Bencana, Menko Polkam di Aceh hingga Lima Hari ke Depan

Aceh Barat

Wabup Said Fadheil Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Meulaboh

Daerah

Kanwil Bea Cukai Aceh Dukung UMKM Naik Kelas

Internasional

Kunjungi KBRI Malaysia, Menko Polkam Bahas Pelindungan PMI dan Lapangan Kerja di Dalam Negeri

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Gelar Rakor Evaluasi Kabupaten Layak Anak

Daerah

Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Dampingi Mendagri Kunjungan ke Bener Meriah dan Aceh Tengah

Pemerintah

Youth Innovation Challenge suarakan solusi anak muda untuk tantangan pangan dan pertanian Indonesia

Daerah

Dandim Simeulue Tinjau Dapur SPPG, Dorong Penambahan Layanan Gizi di Wilayah 3T