Meulaboh – Bupati Aceh Barat diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Sekda, Dr. Ir. Kurdi, ST, MT, MH, memimpin rapat terkait rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang merupakan tindak lanjut dari Inpres Nomor 8 Tahun 2025, di ruang rapat Teuku Umar Setdakab, Selasa (20/1/2026).
Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), pihak perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan unsur terkait lainnya.
Kurdi menyampaikan ada dua hal yang perlu segera ditindaklanjuti Pemkab Aceh Barat pasca survei lokasi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Satker Prasarana Strategis.
“Pertama terkait administrasi, seperti tata ruang, sertifikat tanah, dokumen lingkungan, dan lainnya sudah kita selesaikan. Secara teknis, lokasi pembangunan SR masih membutuhkan peninggian atau timbunan tambahan,” ujar Kurdi.
Hasil pengecekan menunjukkan setelah land clearing, lokasi SR membutuhkan penimbunan sekitar 40 hingga 60 cm. Kurdi menambahkan, alat berat sudah tersedia, dan pihak swasta akan dilibatkan untuk mendukung proyek ini.
“Untuk penimbunan lahan SR dibutuhkan sekitar 500 truk tanah. Pihak swasta yang berkontribusi dapat langsung mengirim truk ke lokasi, di mana alat berat sudah siap bekerja,” kata Kurdi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak perusahaan swasta yang menyambut baik proyek strategis ini dan siap mendukung melalui dana CSR.
“Alhamdulillah pihak perusahaan swasta sangat welcome, mereka berniat membantu proyek strategis nasional ini. Semua setuju dengan kontribusi dana CSR, dan akan disampaikan ke pimpinan masing-masing,” pungkas Kurdi.
Editor: Amiruddin. MK









