Home / Pemko Banda Aceh

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:57 WIB

Pemko Banda Aceh Susun Rencana Aksi Gender dan Perubahan Iklim yang Inklusif

mm Redaksi

Pemerintah Kota Banda Aceh bersama ACCI Universitas Syiah Kuala dan UN Women menggelar FGD serta Workshop Penyusunan Rencana Aksi Daerah Gender dan Perubahan Iklim (RAD-GPI) sebagai upaya memperkuat pembangunan berkelanjutan yang adil dan inklusif, Rabu (8/7/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kota Banda Aceh

Pemerintah Kota Banda Aceh bersama ACCI Universitas Syiah Kuala dan UN Women menggelar FGD serta Workshop Penyusunan Rencana Aksi Daerah Gender dan Perubahan Iklim (RAD-GPI) sebagai upaya memperkuat pembangunan berkelanjutan yang adil dan inklusif, Rabu (8/7/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, membuka Focus Group Discussion (FGD) dan Workshop Penyusunan Rencana Aksi Daerah Gender dan Perubahan Iklim (RAD-GPI) Kota Banda Aceh di Amel Convention Hall, Selasa (8/7/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Aceh Climate Change Initiative Universitas Syiah Kuala (ACCI USK) bersama Tim RAD-GPI Kota Banda Aceh itu didukung oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women). Workshop diikuti 145 peserta yang terdiri atas perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan mitra pembangunan.

Dalam sambutannya, Illiza mengatakan perubahan iklim menjadi tantangan pembangunan yang semakin nyata bagi Kota Banda Aceh sebagai kawasan perkotaan pesisir. Berbagai ancaman seperti banjir, genangan, cuaca ekstrem, abrasi, gangguan layanan dasar, penurunan kualitas lingkungan, hingga tekanan terhadap mata pencaharian masyarakat membutuhkan kebijakan yang inklusif, berbasis data, dan responsif gender.

Baca Juga :  Forum Suara Warga Digelar di Banda Aceh, Illiza Tegaskan Komitmen Perbaikan Layanan Publik

Menurutnya, penyusunan RAD-GPI menjadi bagian penting dalam mendukung arah pembangunan daerah yang berkelanjutan serta memperkuat pengarusutamaan gender dalam setiap kebijakan pemerintah.

“Penyusunan RAD-GPI Kota Banda Aceh ditempatkan dalam kerangka perencanaan pembangunan daerah, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Banda Aceh Tahun 2025–2029, penguatan Pengarusutamaan Gender (PUG), serta Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG),” ujar Illiza.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Utama dari BKN pada HUT ke-78 BKN

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyusunan RAD-GPI tidak hanya diukur dari tersusunnya dokumen perencanaan, tetapi juga dari implementasi nyata dalam bentuk kebijakan, program, dan pelayanan publik yang memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Keberhasilan RAD-GPI tidak hanya diukur dari tersusunnya dokumen, tetapi dari sejauh mana dokumen tersebut dapat diterjemahkan menjadi kebijakan, program, dan pelayanan publik yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Illiza menambahkan, Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen membangun daerah yang tangguh menghadapi perubahan iklim sekaligus menjamin keadilan bagi perempuan dan laki-laki, ramah terhadap anak dan penyandang disabilitas, serta inklusif bagi seluruh warga.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Banda Aceh Tinjau Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Puskesmas Kuta Alam

“Bagi Pemko Banda Aceh, membangun ketahanan iklim harus berjalan seiring dengan perlindungan sosial, kesetaraan, dan keadilan. Melalui program prioritas bagi perempuan, penyandang disabilitas, dan anak untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, kami ingin memastikan setiap kebijakan pembangunan memberikan perlindungan dan manfaat yang setara bagi seluruh masyarakat, khususnya kelompok yang menghadapi kerentanan lebih besar,” tutupnya.

Melalui penyusunan RAD-GPI tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan kebijakan pembangunan yang adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus menjamin kesetaraan gender dalam setiap proses pembangunan daerah.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Illiza dan Baitul Mal Banda Aceh Serahkan Santunan kepada Anak Yatim pada HAN 2026

Advetorial

Daging Subsidi Rp150 Ribu Diserbu Warga, Pedagang Pasar Murah Meugang Jual Lebih Satu Ton dalam Sehari

Pemko Banda Aceh

8 ASN Banda Aceh Terima Penghargaan Inovasi dan Kinerja Terbaik Tahun 2026

Keagamaan

Illiza Wisuda 400 Santri Daurah Al-Quran Ramadan di Masjid Oman Al-Makmur

Keagamaan

KTIQ Jadi Andalan Banda Aceh di MTQ, LPTQ Perkuat Kemampuan Peserta

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Buka Peukan Raya Ramadan 1447 H, Targetkan Perputaran Ekonomi Rp2 Miliar per Hari

Pemko Banda Aceh

Banda Aceh Peringati Hari Yatim 1447 H, Wali Kota Illiza Beri Santunan dan Semangat untuk Anak Yatim

Advetorial

Usia Produktif Dominasi Kasus HIV/AIDS, Dinkes Banda Aceh Perluas Layanan Tes Gratis