Banda Aceh – MyFundAction, sebuah NGO internasional asal Malaysia, menyalurkan bantuan kemanusiaan lanjutan bagi korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh. Total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 16 hingga 20 ton barang kebutuhan bagi masyarakat terdampak bencana.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penanganan bencana yang telah dilakukan MyFundAction sejak awal musibah banjir dan longsor melanda beberapa daerah di Aceh. Penyaluran bantuan dimulai dari Kabupaten Pidie Jaya, kemudian dilanjutkan ke Bireuen, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Aceh Tamiang.
Staf Ahli Gubernur Aceh, Almuniza Kamal, menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh membuka ruang seluas-luasnya bagi semua pihak yang ingin membantu korban bencana, termasuk bantuan yang datang dari luar negeri.
“Pemerintah Aceh, sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Gubernur, sangat terbuka terhadap bantuan, tentu dengan skema yang saling menghormati antarnegara,” ujarnya, Kamis (29/01/2026).
Menurutnya, kolaborasi antara NGO internasional dengan NGO dan lembaga lokal di Aceh merupakan bentuk sinergi positif dalam penanganan bencana. Ia juga mengapresiasi keterlibatan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) yang turut berperan mendukung kelancaran distribusi bantuan di lapangan.
“Skema kerja sama ini mencerminkan solidaritas dan kepedulian lintas negara, yang sejalan dengan kebijakan serta semangat kemanusiaan Pemerintah Aceh,” ujar Almuniza.
Sementara itu, Global CEO MyFundAction, Ghafur Rahim, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan kali ini merupakan tahap ketiga, dengan fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pangan. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak untuk kembali bangkit pascabencana.
“Alhamdulillah, pada sesi penyerahan bantuan kali ini kami menyasar tiga sektor utama. Pertama sektor pendidikan, dengan menyalurkan perlengkapan sekolah seperti tas, alat tulis, buku, Al-Qur’an, dan bahan bacaan lainnya,” ujar Ghafur,
Bantuan kemanusiaan ini dihimpun melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk pihak korporasi dan para kolaborator. Selain itu, sebagian bantuan juga berasal dari hasil usaha anak-anak muda di bawah naungan MyFundAction, yang keuntungannya dialokasikan untuk mendukung program-program kemanusiaan.
Di sektor kesehatan, MyFundAction menyalurkan bantuan berupa obat-obatan, dukungan tenaga medis, serta perlengkapan kebutuhan bayi seperti susu dan popok. Sedangkan di sektor pangan, bantuan diberikan dalam bentuk bahan kebutuhan pokok, pembukaan dapur umum, serta penyaluran sembako kepada para korban bencana.
“Untuk distribusi bantuan, MyFundAction mengerahkan empat unit truk dengan kapasitas sekitar lima ton per truk. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 16 hingga 20 ton barang kebutuhan”, terangnya.
Ke depan, MyFundAction juga merencanakan program bantuan berkelanjutan yang difokuskan pada sektor pendidikan, seperti pembangunan madrasah, masjid, dan fasilitas pendukung lainnya. Selain itu, organisasi ini juga menyiapkan program penguatan ekonomi dengan mendukung pelaku usaha kecil, khususnya menjelang bulan Ramadan.
Editor: Amiruddin. MK









