Banda Aceh – Perempuan tidak lagi hanya berperan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di tingkat gampong. Di Banda Aceh, perempuan kini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi desa melalui keterlibatan aktif dalam usaha mikro, industri rumahan, kelompok tani, hingga pengelolaan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti, mengatakan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi gampong terus mengalami peningkatan dan menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat perekonomian masyarakat.
“Perempuan berperan sebagai pelaku UMKM, pelaku industri rumahan, anggota Kelompok Wanita Tani, serta terlibat sebagai pengurus BUMG di sejumlah gampong,” kata Ritasari, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, kontribusi perempuan tersebut tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di tingkat gampong.

Untuk memperkuat kapasitas perempuan, DPMG juga terus mendorong berbagai program pelatihan yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri perempuan dalam berorganisasi maupun berwirausaha.
Sejumlah pelatihan yang telah dilaksanakan di antaranya pelatihan public speaking, pelatihan merangkai sirih, kerajinan tangan, hingga manajemen administrasi PKK. Program tersebut dirancang untuk membekali perempuan dengan kemampuan yang dapat mendukung aktivitas ekonomi maupun kepemimpinan di lingkungan gampong.
Ritasari menjelaskan, penguatan kapasitas perempuan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam pembangunan. Dengan keterampilan yang memadai, perempuan diharapkan mampu mengambil peran yang lebih besar, baik sebagai pelaku usaha maupun sebagai penggerak kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan, tetapi juga membangun kepercayaan diri perempuan agar lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan gampong,” ujarnya.
DPMG menilai pemberdayaan ekonomi perempuan memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Karena itu, upaya peningkatan kapasitas dan pemberian ruang bagi perempuan untuk berkembang akan terus diperkuat di seluruh gampong di Kota Banda Aceh.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menciptakan pembangunan gampong yang lebih inklusif, dengan perempuan sebagai salah satu pilar penting penggerak ekonomi lokal. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK















