Home / Advetorial / Banda Aceh

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:25 WIB

Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Gampong, DPMG Perkuat Kapasitas Lewat Berbagai Pelatihan

mm Redaksi

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti. Foto: Dok. Pemko Banda Aceh

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti. Foto: Dok. Pemko Banda Aceh

Banda Aceh – Perempuan tidak lagi hanya berperan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di tingkat gampong. Di Banda Aceh, perempuan kini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi desa melalui keterlibatan aktif dalam usaha mikro, industri rumahan, kelompok tani, hingga pengelolaan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti, mengatakan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi gampong terus mengalami peningkatan dan menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat perekonomian masyarakat.

Baca Juga :  Menteri Kebudayaan Fadli Zon Kenakan Pakaian Adat Aceh pada Jamuan Malam di Pendopo Wali Kota

“Perempuan berperan sebagai pelaku UMKM, pelaku industri rumahan, anggota Kelompok Wanita Tani, serta terlibat sebagai pengurus BUMG di sejumlah gampong,” kata Ritasari, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, kontribusi perempuan tersebut tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di tingkat gampong.

Kegiatan menganyam sebagai bentuk pemberdayaan perempuan. Foto: Dok. Istimewa

Untuk memperkuat kapasitas perempuan, DPMG juga terus mendorong berbagai program pelatihan yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri perempuan dalam berorganisasi maupun berwirausaha.

Sejumlah pelatihan yang telah dilaksanakan di antaranya pelatihan public speaking, pelatihan merangkai sirih, kerajinan tangan, hingga manajemen administrasi PKK. Program tersebut dirancang untuk membekali perempuan dengan kemampuan yang dapat mendukung aktivitas ekonomi maupun kepemimpinan di lingkungan gampong.

Baca Juga :  PUPR Targetkan Penyelesaian Beberapa Ruas Jalan Utama di Simeulue pada Tahun 2025

Ritasari menjelaskan, penguatan kapasitas perempuan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam pembangunan. Dengan keterampilan yang memadai, perempuan diharapkan mampu mengambil peran yang lebih besar, baik sebagai pelaku usaha maupun sebagai penggerak kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan, tetapi juga membangun kepercayaan diri perempuan agar lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan gampong,” ujarnya.

Baca Juga :  Disbudpar Promosikan Seni dan Budaya Aceh Lewat Film Hikayat Waroeng Kupi, Catat Tanggal Tayangnya!

DPMG menilai pemberdayaan ekonomi perempuan memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Karena itu, upaya peningkatan kapasitas dan pemberian ruang bagi perempuan untuk berkembang akan terus diperkuat di seluruh gampong di Kota Banda Aceh.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menciptakan pembangunan gampong yang lebih inklusif, dengan perempuan sebagai salah satu pilar penting penggerak ekonomi lokal. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Menikmati Sensasi Segarnya Pesona Alam Pemandian Tangse

Banda Aceh

Bank Aceh Resmikan ATM Drive Thru di Taman Kota Banda Aceh, Layanan Cepat Tanpa Turun Kendaraan

Advetorial

Rumahtangga dan Pasar Pemasok Sampah Terbesar di Banda Aceh

Advetorial

Bukan Lagi Menunggu, Pustakawan Dituntut Jemput Bola di Era Media Sosial

Advetorial

Kareung Gla Objek Wisata Sungai di Pidie Jaya Yang Menarik Dikunjungi

Advetorial

Peserta Tour de Aceh Etape I Mulai Latihan Adaptasi

Banda Aceh

Sidang Pengadilan Keliling Banda Aceh Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan

Advetorial

Gelar Pelatihan Musikalisasi Puisi, Disbudpar Aceh Harap Lahir Sastrawan Besar