Home / Internasional

Selasa, 18 Juni 2024 - 08:37 WIB

Petugas Haji Asal Aceh Meninggal Dunia di Mekkah

Redaksi

Mendiang saat menyampaikan khutbah Arafah, Sabtu, 15 Juni lalu. (Foto: noa.co.id)

Mendiang saat menyampaikan khutbah Arafah, Sabtu, 15 Juni lalu. (Foto: noa.co.id)

Riyadh – Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari, mengatakan seorang petugas haji asal Aceh, Manshur bin Ahmad, meninggal dunia di Mina, Arab Saudi, pukul 02.30 WIB, Senin, 17 Juni 2024.

“Innalillahi wa innalillahi rajiun, yang bersangkutan dilaporkan mengalami kelelahan,’ ujar Kakanwil Kemenag Aceh, yang juga Ketua PPIH Aceh, Azhari.

Menurutnya, mendiang Mansur merupakan petugas dari Kloter 7 Embarkasi Aceh. Almarhum bernama lengkap Manshur  bin Ahmad.

Mendiang Mansur merupakan penghulu di KUA Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, yang juga tercatat sebagai Sekjend MPO Iskada Aceh.

Almarhum juga pengurus BKM Masjid Syuhada Lamgugob, pengurus IPHI Aceh, pengurus BKPRMI Aceh dan pengurus mushalla Dusun Tunggai Lamgugob.

Baca Juga :  Komda LP-KPK Aceh Nilai Komisioner KIP Aceh Tidak Mampu Cermati Regulasi

“Insya Allah beliau husnul khatimah, mabrur amalnya. Kita doakan keluarga yang ditinggalkan sabar dan tabah menerima cobaan,” ujar Azhari.

Hingga kini, tercatat empat Jamaah Haji asal Aceh meninggal dunia di Arab Saudi. Keempat jamaah haji ini meninggal dunia karena mengalami sakit.

Yakni Manshur bin Ahmad, merupakan petugas haji, kemudian Ruhamah binti Hasan Amin, berusia 84 tahun. Dia berasal Desa Ujong Kareng, Sabang, Kecamatan Sukajaya, Sabang,

Ia menghirup nafas terakhir sekitar pukul pukul 20.55 Waktu Arab Saudi (WAS), kemarin. Ruhamah adalah jemaah kelompok terbang BTJ-01, Kamis, 6 Juni lalu.

Baca Juga :  Setelah Dibebaskan, Pilot Susi Air Kapten Philip Mehrtens diserahkan ke Pemerintah Selandia Baru

Menurut sertifikat kematian yang dilkeluarkan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah, Ruhamah didiagnosa mengalami Syok Kardiogenik (cardiogenic shock), Acute Coronary Syndrome, Cronic Heart Failure, Cardiomegaly dan Senility.

Kemudian, Muhdin Ibrahim (62) asal Bireuen. Almarhum bernama Muhdin Ibrahim Ahmad (62 tahun) yang tergabung dalam kloter 2 Aceh, serta berasal dari Dusun Teupin Greb Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Berdasarkan laporan yang kita terima, dan sertifikat kematian yang kita terima, almarhum bermanifes 197, mengalami cardiogenic shock. Almarhum telah dimakamkan di Sharae Mekkah, Sabtu 8 Juni.

Baca Juga :  Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI yang Terdampak Gempa di Rusia

Berikutnya, seorang jemaah haji asal Kecamatan Pengasing, Aceh Tengah, Muhammad Umar Ardik (78), meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi, Ahad, 9 Juni 2024 sekitar pukul 06.34 Waktu Arab Saudi (WAS). Muhammad Umar adalah jemaah kelompok terbang (kloter) 05-BTJ.

Menurut sertifikat wafat (CoD) yang dilkeluarkan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah, Muhammad Umar didiagnosa mengalami gangguan pernapasan berat (Acute Respiratory Distres Syndrome). Azhari juga mengatakan pihak maktab sedang melakukan pengurusan jenazah dan almarhum akan disalatkan setelah salat Zuhur di Masjidil Haram.

Penulis: Afrizal

Editor: Amiruddin MK

Share :

Baca Juga

Internasional

Terombang-ambing di laut selama 3 hari, KJRI Penang Fasilitasi Pemulangan ABK WNI Ke Tanah Air

Internasional

Menlu Retno : Tidak semua negara dapat menjadi mediator, tapi semua dapat berkontribusi untuk mewujudkan perdamaian

Internasional

Thailand Kirim Empat Kapal Perang ke Perbatasan Kamboja

Hukrim

Penanganan 4 WNI Bermasalah di Kamboja yang Lakukan Tindak Pidana Tambahan

Internasional

264 WNI/PMIB tiba di tanah air ucapkan Terima kasih kepada Pemerintah

Internasional

MUI Terima Kunjungan Aliansi Organisasi Rohingya Dunia

Internasional

Penggunaan AI oleh China Bikin Amerika Ketar-ketir

Internasional

Mimpi karier sebagai chef Menjadi Maut di Kamboja