Home / Daerah / Politik

Rabu, 5 Oktober 2022 - 16:02 WIB

Polemik PJ Bupati/Walikota, Cut Intan: Jangan Jadikan Gender Sebagai Tameng Jika Tak Mampu

mm Redaksi

NOA | Banda Aceh – Founder Cherrymonial Community, Cut Intan Arifah mengapresiasi keputusan DPRK Nagan Raya yang merekomendasikan calon PJ Bupati Nagan Raya salah satunya adalah seorang perempuan. Baginya, bukan jenis kelamin yang harus diperdebatkan, tapi kualitas dan kapabilitas. Selasa (04/10/2022).

“Sangat disayangkan masih ada segelintir oknum yang mengatasnamakan masyarakat secara terang-terangan menolak kepemimpinan dan mendiskriminasi perempuan dengan dasar yang tidak jelas. Semua nama yang direkomendasikan telah memenuhi syarat. Terlepas dari laki-laki atau perempuan, asalkan yang bersangkutan paham persoalan dan mampu melakukan pembangunan di wilayah tersebut, sudah sepatutnya kita dukung bersama,” kata Cut Intan Arifah.

Baca Juga :  SPD Ditahan, Program Pembangunan Kota Banda Aceh Terhambat

Dalam wawancara singkat, Cut Intan meminta kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian mempertimbangkan dengan baik keterlibatan perempuan untuk menjadi Penjabat Sementara (Pj) Bupati/Wali Kota di Aceh. Mengingat dari beberapa Pj Bupati/Wali Kota di Aceh yang sudah dilantik belum satupun terlihat sosok perempuan di Aceh yang mewakili.

“Perempuan Aceh jika ditelusuri dari rekam jejak sejarah sudah cukup kuat dalam bersaing. Dari dulu perempuan Aceh sudah memberikan pembuktian mampu menghasilkan kebijakan yang mengakomodir kepentingan rakyat dan berhasil bersaing dengan laki-laki.” Imbuhnya.

Baca Juga :  DWP Kemenag Aceh Besar Bagikan Paket Sembako untuk 25 Honorer

Menurutnya, perkembangan kepempimpinan perempuan di Aceh semakin meningkat baik di ruang lingkup Pemerintahan maupun di luar pemerintahan. Keterlibatan perempuan harus diperjuangkan untuk masuk ke dalam ruang-ruang kepemimpinan.

“Jika bicara track record secara kapabilitas dan intelektual, banyak perempuan Aceh yang memiliki syarat cukup untuk menjadi Pj Bupati/Wali Kota di Aceh, baik secara pangkat maupun pengalaman leadership, tidak hanya tingkat daerah juga mampu di tingkat nasional.” Tambahnya.

Baca Juga :  Pj Gubernur Safrizal Ikuti Paripurna DPR Aceh, Agenda Penyampaian Pendapat Banggar Terhadap Qanun APBA 2025

Cut Intan juga mengatakan, semakin banyak perempuan yang memimpin, maka akan semakin terkonsentrasi kepentingan dan isu perempuan yang selama ini banyak diabaikan, karena laki-laki tidak terlalu begitu paham dan fokus terhadap isu perempuan, walaupun mereka juga ingin memperjuangkan hak-hak perempuan. Maka tentu sangat penting sensitif gender dilibatkan dalam setiap kepemimpinan di ruang publik. []

Share :

Baca Juga

Daerah

Pidie Terima Bantuan Perbaikan Rumah Korban Siklon Senyar

Daerah

Pj Gubernur Safrizal ZA Buka Kick-Off Meeting Program dan Anggaran 2025 Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan

Daerah

Polres Pidie Jaya bersama Ditresnarkoba Polda Aceh Berhasil Bongkar Jaringan Narkoba Bersenpi

Daerah

SPMNA : Nama Iskandar Usman Al-Farlaky muncul dalam persidangan kasus korupsi beasiswa aceh Tahun 2017  

Daerah

Semarakkan HUT RI Ke 79, Pidie Jaya Siap Kibarkan 3000 Bendera Merah Putih

Aceh Barat Daya

Jalan Teurangon-Abdya Putus, Babinsa Bersama Petugas Gabungan Lakukan Patroli 

Politik

Mahfud MD: Dana Otsus Tetap Diperpanjang di Aceh

Parlementaria

Komisi I DPR Aceh Dorong Kemudahan Pengangkatan PPPK dan Perjuangkan Nasib Tenaga Non-ASN