Banda Aceh – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah mendapat sambutan positif dari masyarakat Aceh. Program yang menyasar peserta didik tersebut dinilai tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam meringankan beban ekonomi keluarga di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok.
Sejumlah orang tua siswa mengaku merasakan langsung manfaat program MBG, terutama dalam memastikan anak-anak memperoleh asupan makanan sehat selama menjalani aktivitas belajar di sekolah.
Nurhayati (38), salah seorang wali murid di Banda Aceh, mengatakan program tersebut memberikan ketenangan bagi orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
“Alhamdulillah, program ini sangat membantu. Anak kami bisa makan makanan sehat di sekolah, dan kami sebagai orang tua merasa terbantu, apalagi dengan kondisi ekonomi sekarang,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, sebelum adanya program MBG, orang tua kerap menghadapi tantangan dalam memastikan anak mendapatkan makanan bergizi, terutama ketika kondisi ekonomi keluarga tidak selalu stabil.
Hal senada disampaikan Ridwan (41), orang tua siswa lainnya yang menilai program MBG juga berdampak positif terhadap semangat belajar anak.
Ia mengatakan, kecukupan asupan makanan membuat anak lebih fokus mengikuti pelajaran karena tidak lagi merasa lapar saat berada di sekolah.
“Kalau anak sudah makan dengan baik, mereka lebih semangat belajar. Kami sangat mendukung program ini agar berlanjut terus,” katanya.
Selain memberikan manfaat langsung bagi peserta didik, program MBG juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pasokan bahan pangan yang melibatkan produk lokal membuka peluang usaha bagi petani, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk memastikan program MBG berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Pemerintah juga berupaya memaksimalkan pemanfaatan bahan baku lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Para orang tua berharap program MBG dapat terus diperluas ke lebih banyak sekolah, termasuk di wilayah terpencil. Mereka menilai program tersebut tidak hanya mendukung kesehatan anak, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemenuhan kebutuhan dasar siswa. []
Editor: RedaksiReporter: Redaksi













