Home / Aceh Barat Daya

Kamis, 4 Desember 2025 - 16:51 WIB

Puluhan Karung Beras Diserahkan Pemuda Pulau Kayu

mm Teuku Nizar

Bupati Safaruddin dan Sekda Abdya diabadikan bersama sejumlah pemuda Pulau Kayu Kecamatan Susoh sesaat setelah penyerahan bantuan kepada korban banjir dan longsor di Posko Abdya Peduli. Kamis (4/12/2025). Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Bupati Safaruddin dan Sekda Abdya diabadikan bersama sejumlah pemuda Pulau Kayu Kecamatan Susoh sesaat setelah penyerahan bantuan kepada korban banjir dan longsor di Posko Abdya Peduli. Kamis (4/12/2025). Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Aceh Barat Daya – Kepedulian terhadap korban banjir dan longsor di Provinsi Aceh terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya ditunjukkan oleh Pemuda Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang menyerahkan bantuan kemanusiaan ke Posko Induk Abdya Peduli, Kamis (4/12/2025).

Bantuan tersebut berupa puluhan karung beras, mie instan, air mineral, pakaian layak pakai, hingga perlengkapan kebersihan yang dihimpun melalui penggalangan swadaya masyarakat.

Penyerahan bantuan berlangsung di Posko Abdya Peduli di Desa Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, dan diterima langsung oleh Bupati Aceh Barat Daya Safaruddin, didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah, Amrijal.

Ketua Pemuda Pulau Kayu, Alfian, dalam kesempatan itu mengatakan bahwa bantuan merupakan hasil gotong-royong warga Pulau Kayu, mulai dari pemuda, tokoh masyarakat, hingga ibu-ibu rumah tangga dan warga Kecamatan Susoh lainnya.

Menurutnya, penggalangan tersebut dilakukan sebagai wujud empati dan solidaritas terhadap masyarakat Aceh yang kini tengah menghadapi musibah banjir dan longsor di berbagai wilayah.

“Bantuan ini kami himpun secara swadaya, murni dari kepedulian warga Pulau Kayu, masyarakat Kecamatan Susoh. Kami berharap apa yang kami serahkan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Alfian.

Ia merincikan, bantuan yang disalurkan meliputi pakaian layak pakai sebanyak 60 goni, air mineral 126 karton, makanan ringan 13 karton, mie instan 65 karton, sabun dan perlengkapan kebersihan 7 karton, pampers 3 karton, serta beras sebanyak 42 sak.

Baca Juga :  Peringati Maulid Nabi, Warga Lama Tuha Panjatkan Doa untuk Palestina

Alfian juga menegaskan, aksi ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih terjaga kuat di tengah masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen warga untuk terus saling membantu, khususnya dalam kondisi darurat seperti yang saat ini melanda Aceh.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat Daya Safaruddin mengapresiasi langkah Pemuda Pulau Kayu yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada korban bencana.

Ia menyebut, partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan seperti ini sangat berarti, terutama di saat beban pemerintah cukup berat dalam menangani dampak bencana berskala besar.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemuda Pulau Kayu dan seluruh warga yang telah ikut berpartisipasi membantu korban banjir dan longsor. Ini menjadi contoh bahwa kepedulian sosial masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat kita,” kata Safaruddin.

Ia menegaskan, seluruh bantuan yang masuk ke Posko Induk Abdya Peduli akan dikelola secara profesional dan disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kami memastikan seluruh bantuan akan didistribusikan secara transparan dan tepat sasaran. Prioritas utama adalah warga yang benar-benar terdampak parah, terutama yang kehilangan tempat tinggal dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar,” tegasnya.

Baca Juga :  Pj Aceh Barat Daya Terima TAPE Aceh Award

Berdasarkan data yang dihimpun hingga 4 Desember 2025, bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh telah menimbulkan dampak luas dan serius. Sebanyak 326 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 167 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Bencana juga berdampak pada 18 kabupaten dan kota, yang meliputi 227 kecamatan serta 3.433 gampong (desa). Lebih dari 344.000 kepala keluarga atau sekitar 1,68 juta jiwa terdampak langsung, dengan 813.017 jiwa terpaksa mengungsi di 698 titik pengungsian yang tersebar di berbagai daerah.

Selain korban jiwa dan pengungsian massal, infrastruktur di sejumlah wilayah juga mengalami kerusakan yang cukup parah.

Banyak ruas jalan nasional dan provinsi terputus, jembatan rusak, serta akses antarwilayah terhambat akibat longsor dan banjir. Hal ini menyebabkan distribusi logistik menjadi terkendala, terutama ke kawasan terpencil dan daerah yang terisolasi.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah menetapkan status darurat bencana untuk seluruh wilayah Aceh sejak 27 November 2025. Penetapan status tersebut dilakukan guna mempercepat proses evakuasi, penanganan pengungsi, serta mobilisasi bantuan dari berbagai pihak.

Meski beberapa akses jalan strategis telah berhasil dibuka kembali per 3 Desember 2025, namun setidaknya masih terdapat enam ruas jalan nasional yang terputus akibat kerusakan jembatan dan longsor.

Baca Juga :  Jembatan Plat 4x5 meter Capai 80 Persen

Di antaranya berada di batas wilayah Kabupaten Pidie Jaya–Bireuen serta Bireuen–Aceh Utara, yang hingga kini masih dalam tahap penanganan.

Di tengah kondisi tersebut, peran serta masyarakat menjadi faktor penting dalam meringankan beban penanganan bencana.

Aksi Pemuda Pulau Kayu dinilai sebagai contoh nyata bagaimana inisiatif warga dapat membantu mengisi celah kebutuhan logistik, terutama di wilayah sulit dijangkau oleh distribusi pemerintah.

Bantuan berupa bahan pokok, air bersih, perlengkapan kebersihan, dan pakaian sangat dibutuhkan oleh para pengungsi, terutama mereka yang kehilangan rumah dan tidak memiliki akses terhadap kebutuhan dasar.

Gotong-royong masyarakat juga menjadi penguat mental dan moril korban agar tetap bangkit di tengah situasi sulit.

Penyerahan bantuan oleh Pemuda Pulau Kayu menjadi secercah harapan di tengah duka yang menyelimuti Aceh. Meski tidak sepenuhnya menghapus penderitaan para korban, kontribusi tersebut setidaknya menghadirkan rasa bahwa mereka tidak sendiri menghadapi musibah.

Solidaritas masyarakat lokal membuktikan bahwa nilai kemanusiaan tetap hidup dan menjadi kekuatan besar di masa krisis.

Dari desa kecil di Pulau Kayu, pesan kepedulian menggema hingga pelosok Aceh, mengingatkan bahwa dari kebersamaan harapan dapat tumbuh kembali.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Sat Samapta Polres Abdya Laksanakan Pengawalan MBG

Aceh Barat Daya

Tahun Pertama Pemerintahan Dr. Safaruddin–Zaman Akli, Abdya Terima 25 Ton Bibit Padi dari Pemerintah Pusat

Aceh Barat Daya

YARA Sebut Pilchiksung di Abdya Terancam Gagal

Aceh Barat Daya

Talud Jalan Penghubung Kuta Bak Drien-Tangan-Tangan Roboh

Aceh Barat Daya

18 Unit RTLH Dibangun, Darmansah: Sumber Dana APBK dan CSR

Aceh Barat Daya

Zulkarnain Tegaskan: “Tidak Ada Warna PKB di Tubuh KONI”

Aceh Barat Daya

Kuliner Baru di Blangpidie: Ungkoet Kareung Sambal Sunti, Ikan Pilih Sendiri Mulai Rp25 Ribu

Aceh Barat Daya

Besok, ASN di Abdya Ikrar Netralitas