Home / Daerah

Minggu, 26 Mei 2024 - 16:56 WIB

PWI Aceh dan Gerakan Jurnalis Bersatu Tolak RUU Penyiaran yang Mengancam Kebebasan Pers

mm Redaksi

PWI Aceh dan Gerakan Jurnalis Bersatu Tolak RUU Penyiaran yang Mengancam Kebebasan Pers. Dok. PWI Aceh

PWI Aceh dan Gerakan Jurnalis Bersatu Tolak RUU Penyiaran yang Mengancam Kebebasan Pers. Dok. PWI Aceh

Banda Aceh – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh bersama Gerakan Jurnalis Aceh Bersatu (PWI/AJI/IJTI/PFI) menegaskan penolakan mereka terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran yang dinilai mengancam kebebasan pers.

RUU Penyiaran yang sedang dalam proses perancangan oleh Komisi I DPR telah menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan wartawan, peneliti media, dan Dewan Pers.

Beberapa ketentuan dalam draf RUU tersebut, termasuk larangan penayangan eksklusif jurnalistik investigasi dan pemberian kewenangan penyelesaian sengketa kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dianggap dapat membatasi kemerdekaan pers.

Baca Juga :  Pj Bupati Iswanto Ajak Semua Pihak Tingkatkan Sinergitas Untuk Capai Prestasi dan Pembangunan Aceh Besar

Dalam menyikapi ancaman tersebut, PWI Aceh dan Gerakan Jurnalis Aceh Bersatu akan menggelar aksi demonstrasi pada:

Tempat dan Waktu: Senin, 27 Mei 2024, pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Titik Kumpul: Warkop Sekber (Fadhlon Kupi), Jalan Sultan Mahmudsyah, Banda Aceh.

Baca Juga :  Panwaslih Aceh Singkil : KIP seharusnya wajib kordinasi kepada kami

Agenda Aksi: Rangkaian aksi meliputi long march menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan pertunjukan teatrikal dengan membawa spanduk bertuliskan “Tolak Revisi UU Penyiaran yang Mengancam Kebebasan Pers”.

Tuntutan Aksi:

  1. Menolak revisi RUU Penyiaran yang mengancam kebebasan Pers.
  2. Meminta DPRA untuk mengeluarkan pernyataan resmi menolak revisi RUU Penyiaran kepada DPR RI.
  3. Meminta pemerintah untuk tidak menghalangi semangat reformasi dengan melemahkan peran pers.
Baca Juga :  Kapolda Aceh Sambut Kedatangan Mendagri dan Menkopolhukam

Dengan aksi ini, diharapkan suara para wartawan dan masyarakat Aceh yang peduli terhadap kebebasan pers dapat didengar oleh pihak berwenang dan menuntut perlindungan atas hak-hak dasar dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Penulis: Hidayat S
Editor   : Gito Rolis

Share :

Baca Juga

Aceh Timur

Diduga KIP Aceh Timur Kurang Transparan Terkait Dana Publikasi, Sejumlah Organisasi Wartawan Desak Polres Dan Jaksa Periksa

Daerah

Kapolri Raih Penghargaan Extraordinary Dedication of Patriotism

Daerah

Teungku Muhammad Yusuf Silaturahmi Dengan Ketua DPW Nasdem Aceh

Aceh Barat Daya

499 Orang Tenaga Fungsional Guru dan Kesehatan Terima SK PPPK

Daerah

Polisi dan Keluarga Gagalkan Seorang Gadis yang akan Bunuh Diri

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Gelar Zikir dan Kenduri Maulid Akbar

Daerah

Ketua Dekranasda Aceh Minta Perajin Manfaatkan Pasar Digital

Daerah

Pemko Banda Aceh Gelar Rapat Konsultasi Kader PKK