Aceh Barat Daya – Kondisi jalan menuju Kompleks Terminal Blangpidie di Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), kembali menuai sorotan.
Kerusakan yang berlangsung selama bertahun-tahun membuat masyarakat mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani salah satu akses transportasi penting di ibu kota kabupaten tersebut.
Bukan kendaraan umum setiap hari melalui jalan tersebut hingga kendaraan pribadi, hingga aktivitas distribusi barang itu kini dipenuhi lubang dan permukaan yang tidak rata.
Kondisi tersebut memaksa pengendara mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan karena lubang jalan sering tertutup genangan air.
Berdasarkan informasi, kerusakan jalan Ramli Sa’adi tersebut diduga dipicu tingginya intensitas kendaraan bertonase besar, termasuk truk tronton yang keluar masuk kawasan bongkar muat barang di sekitar terminal.
Salah seorang warga, Muhammad Taisir, mengaku kondisi itu sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang memadai.
Menurutnya, masyarakat menjadi pihak yang paling rugi karena harus menghadapi risiko kecelakaan setiap hari.
“Jalan ini setiap hari kami lalui. Kalau hujan, lubang tidak terlihat karena tertutup air. Sangat berbahaya bagi pengendara. Kami berharap pemerintah segera turun tangan memperbaikinya,” kata Muhammad Taisir, Rabu (15/7/2026).
Ia menilai keberadaan terminal sebagai pusat aktivitas transportasi seharusnya mendapatkan dukungan infrastruktur jalan yang layak.
Jika terus ada pembiaran, kerusakan akan semakin parah dan menghambat mobilitas masyarakat maupun distribusi barang.
Keuchik Geulumpang Payong, Khairuddin, juga membenarkan bahwa ruas jalan menuju Terminal Blangpidie telah lama mengalami kerusakan.
Hingga kini, belum terlihat langkah nyata yang mampu menyelesaikan persoalan tersebut.
Menurut Khairuddin, jalan itu memiliki peran strategis karena menjadi akses utama menuju kawasan terminal serta masyarakat dan kendaraan angkutan setiap hari.
“Sudah cukup lama rusak. Kami sangat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret karena jalan ini sangat penting bagi kelancaran transportasi masyarakat,” ujarnya.
Khairuddin menjelaskan, pemerintah desa bersama warga beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya.
Namun upaya itu hanya bertahan sementara karena tingginya volume kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari.
Ia menegaskan, penanganan permanen menjadi kebutuhan mendesak agar kerusakan tidak terus berulang.
Selain meningkatkan keselamatan pengguna jalan, perbaikan juga penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, distribusi barang, dan pelayanan publik di Kabupaten Aceh Barat Daya.
Masyarakat kini berharap pemerintah daerah tidak lagi menunda penanganan jalan menuju Terminal Blangpidie.
Sebab, kerusakan yang berlarut-larut bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan setiap harinya.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar














