Home / Aceh Barat / Pemerintah

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 22:17 WIB

Rp2,6 Triliun Dibutuhkan untuk Pembangunan Infrastruktur di Aceh Barat, Bupati Tarmizi Optimis

mm Redaksi

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM bersama Wakil Bupati Said Fadheil dan Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Kurdi, ST, MT, saat melakukan pertemuan penting dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Sabtu (4/10/2025). Foto: Dok. Diskominsa Aceh Barat

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM bersama Wakil Bupati Said Fadheil dan Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Kurdi, ST, MT, saat melakukan pertemuan penting dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Sabtu (4/10/2025). Foto: Dok. Diskominsa Aceh Barat

Jakarta – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM bersama Wakil Bupati Said Fadheil dan Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Kurdi, ST, MT, melakukan pertemuan penting dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Sabtu (4/10/2025). Pertemuan tersebut membahas sejumlah program prioritas pembangunan di Aceh Barat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Tarmizi menyampaikan lima proposal strategis kepada pemerintah pusat, yaitu: Penuntasan Proyek Daerah Irigasi Lhok Guci, Pembangunan jalan dua jalur dalam Kota Meulaboh, Proyek pembangunan Break Water (Jetty) dan kolam retensi Suak Ujong Kalak, Penanganan jalan dan jembatan di berbagai daerah, Proyek perkuatan tebing serta pengendalian banjir Sungai Meureubo.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Barat Serahkan Bantuan Masa Panik kepada Korban Kebakaran di Kecamatan Woyla Barat

“Pertemuan ini khusus membicarakan pembangunan Aceh Barat. Beberapa proposal bahkan sudah kami lengkapi dengan DED. Alhamdulillah, tahun ini Aceh Barat mendapat alokasi anggaran Rp88 miliar. Ke depan, kami berharap dukungan bisa mencapai ratusan miliar karena kebutuhan kita masih sekitar Rp2,6 triliun lagi,” kata Tarmizi.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Barat Takziah ke Rumah Duka Ibunda dari Abuya Tgk H Mustafa

Ia menjelaskan, pembangunan jalan dua jalur direncanakan di sejumlah titik strategis, seperti ruas Meureubo–Simpang Alpen, Jalan Sisingamangaraja, dan Jalan Manek Roo.

Namun yang paling mendesak, menurut Tarmizi, adalah penuntasan proyek Irigasi Lhok Guci. “Sekitar 70 persen penduduk Aceh Barat adalah petani. Dari 12 kecamatan, 8 di antaranya sangat bergantung pada irigasi ini. Jika rampung, ada 12 ribu hektare sawah yang bisa kembali aktif,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Gelar Fun Run 5-K di Kota Jantho

Selain itu, pembangunan kolam retensi Suak Ujong Kalak juga menjadi prioritas untuk mengatasi banjir di pusat kota Meulaboh. Proyek ini diperkirakan membutuhkan anggaran Rp50 miliar.

“Dari sekian banyak permintaan, jika salah satu dapat dikabulkan, itu sudah sangat kami syukuri. Terima kasih kepada Pak Menteri PU atas perhatian dan dukungannya untuk Aceh Barat,” pungkas Tarmizi.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Musrenbang Kecamatan Lembah Seulawah 2027: Masyarakat Antusias Ajukan Program Prioritas

Parlementaria

DPRA Terima Kunjungan PAS Aceh,Perkuat Sinergi Politik

Daerah

Pemkab Simeulue Perjuangkan Nama-Nama yang Tak Lolos PPPK Paruh Waktu

Aceh Barat

Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Barat Belum Padam

Daerah

RPJMD “Kontrak Sosial Dengan Mayarakat”

Aceh Barat

Tekuk Finalis POPDA 2022, Team Sepak Bola Aceh Barat Raih Tiga Poin Perdana

Aceh Besar

Selama Ramadhan DLH Aceh Besar Siapkan 57 Armada Angkut Sampah

Nasional

Percepat Program MBG, Mendagri Minta Pemda Bentuk Satgas dan Koordinasi dengan BGN