Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong pembangunan berbasis masyarakat melalui pemanfaatan dana gampong. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan seluruh gampong mengalokasikan anggaran khusus untuk program pemberdayaan masyarakat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti, mengatakan penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan gampong agar manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan pada sektor fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Seluruh gampong di Banda Aceh sudah mengalokasikan anggaran khusus untuk pemberdayaan perempuan,” kata Ritasari, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, pemberdayaan perempuan merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. Sebab, perempuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat gampong.

Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk berbagai program peningkatan kapasitas dan keterampilan masyarakat, mulai dari pelatihan, kegiatan kesehatan keluarga, pendidikan anak, hingga penguatan ekonomi produktif.
Salah satu program yang dinilai berhasil adalah kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Gampong Kota Baru. Program tersebut melibatkan masyarakat, khususnya perempuan, dalam kegiatan pertanian produktif yang mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus menambah pendapatan rumah tangga.
“Program seperti Kelompok Wanita Tani menjadi salah satu contoh bagaimana dana gampong dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan peran dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain sektor ekonomi, dana pemberdayaan juga diarahkan untuk mendukung program kesehatan dan pembangunan keluarga, termasuk kegiatan pendidikan anak dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Ritasari menegaskan, dana gampong ke depan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus diarahkan pada pembangunan manusia yang berkelanjutan.
“Ketika masyarakat semakin berdaya, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dari pembangunan gampong,” katanya.
DPMG berharap dukungan anggaran yang telah tersedia di seluruh gampong mampu melahirkan lebih banyak kelompok usaha produktif, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Banda Aceh. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK













