Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPPKP) kembali menggulirkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Program tersebut digelar sebagai langkah konkret pemerintah dalam menekan inflasi serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang meugang dan hari raya.
Kepala DPPKP Kota Banda Aceh, Iskandar, S.Sos, M.Si, mengatakan Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu upaya strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah ingin membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Idul Adha,” ujar Iskandar.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut akan berlangsung di dua titik berbeda agar lebih mudah dijangkau masyarakat. Pada Rabu 13 Mei 2026, GPM digelar di Komplek Cinta Kasih Budha Tzu Chi, Panteriek. Selanjutnya pada Jumat, 15 Mei 2026, kegiatan berlanjut di halaman Masjid Al-Hidayah, Lampulo.
Dalam program itu, masyarakat dapat membeli paket kebutuhan pokok dengan harga Rp165 ribu per paket. Paket tersebut disiapkan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan biaya yang lebih hemat dibandingkan harga pasar.
Selain menyediakan bahan pangan murah, kegiatan itu juga menghadirkan stand pelaku UMKM lokal yang menjajakan berbagai produk olahan kreatif dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Kehadiran UMKM diharapkan ikut mendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal menjelang hari besar keagamaan.
Iskandar menambahkan, program ini diprioritaskan bagi masyarakat Kota Banda Aceh agar distribusi manfaat dapat tepat sasaran. Karena itu, warga diminta membawa KTP berdomisili Banda Aceh saat melakukan pembelian di lokasi kegiatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal karena stok yang tersedia terbatas. Semoga program ini bisa membantu warga mempersiapkan kebutuhan Idul Adha dengan lebih hemat dan nyaman,” katanya.
Gerakan Pangan Murah sendiri menjadi agenda rutin pemerintah dalam upaya pengendalian inflasi daerah, terutama pada momentum hari besar keagamaan yang kerap diikuti kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di pasaran. (Adv)
Editor: RedaksiReporter: Redaksi











