Banda Aceh — Posyandu dan puskesmas terus menjadi garda depan dalam upaya penanganan dan pencegahan stunting di Kota Banda Aceh melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, serta edukasi gizi bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Banda Aceh menilai peran posyandu dan puskesmas sangat penting karena menjadi layanan kesehatan terdekat yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita.
Wali Kota Banda Aceh mengatakan, penguatan pelayanan kesehatan dasar menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menekan angka stunting di daerah tersebut.
“Posyandu dan puskesmas memiliki peran strategis dalam memastikan anak-anak mendapatkan pemantauan kesehatan dan asupan gizi yang baik sejak dini,” ujarnya, dikutip pada Kamis (14/5/2026).
Melalui layanan yang tersedia, tenaga kesehatan dan kader posyandu secara rutin melakukan penimbangan balita, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemberian makanan tambahan, imunisasi, hingga edukasi mengenai pola hidup sehat dan gizi seimbang.
“Selain itu, pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting juga terus diperkuat agar intervensi kesehatan dan gizi dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Pemerintah kota turut mendorong peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader posyandu agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat semakin optimal.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau aktif memanfaatkan layanan posyandu dan puskesmas untuk memantau pertumbuhan anak secara berkala sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.
“Pemko Banda Aceh memastikan dukungan terhadap fasilitas layanan kesehatan dasar akan terus diperkuat, baik dari sisi sarana, program kesehatan, maupun pendampingan kepada masyarakat,” kata Wali Kota.
Melalui peran aktif posyandu dan puskesmas tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh optimistis angka stunting dapat terus ditekan sehingga lahir generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang. (Adv)
Editor: RedaksiReporter: Sanusi











