Home / Pemko Banda Aceh

Selasa, 2 Desember 2025 - 12:57 WIB

Wali Kota Banda Aceh Pastikan Operasional PDAM Tetap Berjalan di Tengah Krisis Logistik

Redaksi

Wakil Wali Kota, Afdhal Khalilullah bersama ketua DPRK Banda Aceh saat mengunjungi PDAM Tirta Daroy. Foto: Ist

Wakil Wali Kota, Afdhal Khalilullah bersama ketua DPRK Banda Aceh saat mengunjungi PDAM Tirta Daroy. Foto: Ist

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh melalui wakil wali kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah memastikan operasional Perumda Air Minum Tirta Daroy tetap berjalan meskipun krisis logistik mulai menekan pasokan bahan baku pengolahan air akibat terputusnya jalur Medan–Banda Aceh imbas banjir dan longsor.

Hal itu disampaikan Afdhal usai meninjau langsung fasilitas PDAM Tirta Daroy, Senin (1/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia memeriksa ketersediaan bahan kimia hingga kondisi mesin yang menopang produksi air bersih untuk warga Banda Aceh.

“Untuk PAC (Poly Aluminium Chloride), stok tersisa 24 ton. Itu cukup untuk enam hari ke depan. Selain itu, ada tambahan 60 ton yang sedang dalam perjalanan melalui jalur darat lintas barat-selatan,” kata Afdhal, Selasa (2/12/2025).

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah Buka Pelatihan Manajemen Usaha untuk Perempuan di Banda Aceh

Afdhal memastikan bahwa PDAM tidak akan berhenti beroperasi dalam waktu dekat, meski jalur utama pengiriman dari Medan masih terputus. Pemerintah kota, ujarnya, telah berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan bahan kimia pengolahan air tiba tepat waktu.

Dari hasil tinjauan, Ia juga menemukan bahwa pasokan listrik di WTP Siron dalam kondisi listrik padam. Untuk sementara, operasional ditopang oleh genset. Namun penggunaan genset dibatasi karena durasi padam listrik yang telah melewati 48 jam.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Raih Paritrana Award 2025, Wali Kota Illiza Komit Lindungi Pekerja Rentan

“Genset hanya bisa dioperasikan 10 jam sehari untuk menjaga performanya. Mesin pendinginnya masih memakai kipas, sehingga harus istirahat minimal empat jam,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Daroy, T. Novizal Aiyub, sebelumnya mengingatkan bahwa krisis logistik bisa berdampak serius pada kelangsungan layanan air bersih. Bila akses distribusi dari Medan tidak pulih dalam sepekan, operasional Tirta Daroy berisiko terhenti akibat ketersediaan PAC yang semakin menipis.

“Kami sudah siapkan opsi darurat, dari jalur barat-selatan hingga kemungkinan pengiriman lewat laut atau udara,” ujar Novizal.

Baca Juga :  Disnaker Kota Banda Aceh Gelar Sosialisasi Wajib Lapor Lowongan Kerja dan Soft Launching Sistem Informasi Pasar Kerja

Meski demikian, dengan adanya kepastian dari Wali Kota Banda Aceh mengenai stok yang masih tersedia dan suplai tambahan yang sedang dalam perjalanan, masyarakat diminta tetap tenang.

Afdhal juga mengimbau warga untuk bijak menggunakan air seraya menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau situasi secara intensif.

“Kami pastikan layanan PDAM tetap berjalan. Pemerintah kota bekerja keras agar pasokan tidak terputus dan warga tetap mendapatkan air bersih,” ujarnya.

Dengan langkah antisipasi yang telah disiapkan, Pemko Banda Aceh berharap potensi krisis air bersih dapat diminimalisir hingga jalur logistik benar-benar pulih.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Kemenkes RI Lakukan Supervisi dan Pendampingan Program Integrasi Layanan Primer di Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh Raih Status Puskesmas Ramah Anak Terstandar dari Kemen PPPA

Daerah

Wali Kota Illiza Serahkan Bantuan Kemanusiaan di Aceh Timur dan Langsa

Pemko Banda Aceh

Antusiasme Warga Meuraxa Ramaikan Pasar Murah Pemko Banda Aceh, Wali Kota Illiza: Bukti Program Ini Sangat Dibutuhkan

Pemko Banda Aceh

Wakil Wali Kota Banda Aceh Serahkan Rumah Layak Huni untuk Warga Gampong Pineung

Pemko Banda Aceh

Komisi III DPRK Banda Aceh Tinjau Titik Rawan Macet, Soroti Parkir di Jalan Protokol

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Turun Langsung Pantau Operasi Pasar LPG 3 Kg

Kesehatan

Pemko Banda Aceh dan TWG RSSH Perkuat Kolaborasi Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria Menuju Eliminasi 2030