Home / Internasional / Pemko Banda Aceh

Selasa, 11 November 2025 - 22:45 WIB

Perkuat Hubungan Internasional, Wali Kota Illiza Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Ekonomi dengan Tiongkok

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menerima kunjungan kehormatan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan, Huang He, di Pendopo Wali Kota, Selasa (11/11/2025). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menerima kunjungan kehormatan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan, Huang He, di Pendopo Wali Kota, Selasa (11/11/2025). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh — Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menerima kunjungan kehormatan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Medan, Huang He, di Pendopo Wali Kota, Selasa (11/11/2025).

Huang He hadir bersama Wakil Konjen Xu Chunjuan, Sekretaris Konjen Yu Lei, dan Konsul Attache Liu Wenyi. Sementara Wali Kota Illiza turut didampingi Asisten Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesra Bachtiar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Faisal, serta sejumlah kepala dinas terkait.

Dalam pertemuan tersebut, Huang He menyampaikan bahwa kunjungannya ke Aceh merupakan yang pertama sejak menjabat sebagai Konjen RRT Medan dua bulan lalu.

Baca Juga :  Fashion Diplomacy Usung Isu Keberlanjutan Produk Fashion Indonesia  

“Saya ingin mengenal pejabat di wilayah kerja kami, 10 provinsi di Sumatra termasuk Aceh,” ujarnya.

Sebelum bertemu Wali Kota, ia bersama rombongan telah mengunjungi UIN Ar-Raniry dan ISBI Aceh. Dari kunjungan tersebut, Huang He mengaku terkesan dengan minat masyarakat Aceh terhadap budaya dan bahasa Mandarin.

Ia bahkan berencana mendirikan ‘Sudut Tiongkok’ (China Corner) di UIN Ar-Raniry serta menjalin pertukaran tenaga pengajar dengan ISBI Aceh.

“Kami ingin mempererat kerja sama dengan Aceh di bidang pendidikan,” ucap Huang He.

Lebih lanjut, ia juga menyatakan keinginan memperluas kerja sama di bidang politik, ekonomi, dan pengembangan SDM.
Sebelumnya, pihaknya telah berdiskusi dengan Pemerintah Aceh mengenai pelatihan SDM di sektor otomotif, khususnya mobil listrik.

Baca Juga :  Malaysia Tangkap pekerja Bangladesh Simpatisan ISIS

“Dengan Banda Aceh, kami juga ingin menjajaki program konkret yang bisa dikembangkan bersama ke depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan rasa gembira atas kunjungan kehormatan tersebut. Ia menilai hubungan Aceh dan Tiongkok memiliki jejak sejarah yang panjang dan masih terasa dalam kehidupan masyarakat Banda Aceh saat ini.

“Banda Aceh punya daerah Pecinan di Peunayong, bahkan pelaminan dan pakaian adat kita mirip dengan budaya Tiongkok,” ujar Illiza.

Baca Juga :  Kemlu Pulangkan 84 WNIB Terduga Korban TPPO, Tiga Diantaranya Berasal Dari Aceh

Menurutnya, kerja sama lintas negara sangat penting untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Banda Aceh. Ia pun menawarkan beberapa peluang kolaborasi di bidang pendidikan, kesehatan, kebudayaan, UMKM, sistem pemerintahan, dan infrastruktur.

“Salah satunya adalah revitalisasi Pasar Peunayong menjadi pasar tematik, yang diharapkan menjadi ikon baru kota dan penggerak ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Illiza juga mengusulkan agar Pemerintah Tiongkok memberikan dukungan terhadap Banda Aceh Academy (BAA) sebagai wadah peningkatan kapasitas SDM lokal.

“Kami berharap ada dukungan pelatihan dan kerja sama sister city dengan salah satu kota di Tiongkok,” tutupnya.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Internasional

Terkait Greenland, AS Diskusi dengan NATO

Hukrim

Wamenkum Dorong Revisi UU TPPO

Banda Aceh

Kapal Tanker Bermuatan 2 Juta Liter BBM Tiba di Krueng Raya, Pemko Banda Aceh Imbau Warga Tetap Tenang

Daerah

Diskominfotik Banda Aceh Pasang Internet Satelit Starlink di Tiga Titik Strategis Aceh Tamiang

Internasional

Presiden Prabowo dan Biden akan Memperingati Bencana Tsunami Aceh

Pemko Banda Aceh

TPID Banda Aceh Perkuat Operasi Pasar, Antisipasi Gejolak Harga dan Tantangan Ketersediaan Stok

Hukrim

Kemlu RI Pastikan terpenuhi Hak para 19 ABK WNI Asal Aceh selama proses hukum di Thailand

Internasional

Thailand Kirim Empat Kapal Perang ke Perbatasan Kamboja