Home / Aceh Barat Daya

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:28 WIB

Zulkarnain Tegaskan: “Tidak Ada Warna PKB di Tubuh KONI”

mm Teuku Nizar

Zulkarnain saat pidato perdana pasca ditetapkan sebagai Ketua terpilih KONI periode 2026-2029 di Arena Motel Blangpidie. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Zulkarnain saat pidato perdana pasca ditetapkan sebagai Ketua terpilih KONI periode 2026-2029 di Arena Motel Blangpidie. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Aceh Barat Daya – Zulkarnain resmi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Barat Daya (Abdya) periode 2026–2029 secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang digelar di Arena Motel Blangpidie, Kamis (8/1/2026).

Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, Zulkarnain menyampaikan sikap tegas terkait independensi KONI dari kepentingan politik.

Meski dikenal sebagai Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh Barat Daya dengan identitas warna hijau, ia menegaskan tidak akan membawa simbol, warna, maupun kepentingan partai ke dalam tubuh KONI.

“Partai warna saya memang hijau, tapi saya berharap tidak ada hijau sedikit pun di KONI. Jangan coba-coba membawa partai saya, PKB, ke simbol-simbol KONI,” tegas Zulkarnain di hadapan peserta Musorkablub.

Zulkarnain mengakui dirinya bukan sosok yang datang dengan latar belakang teknokratis di bidang keolahragaan maupun manajemen organisasi olahraga.

Namun, ia menegaskan kehadirannya di KONI adalah sebagai pemimpin yang akan mengayomi seluruh cabang olahraga (cabor), bukan sebagai perancang sistem yang berorientasi bisnis.

Baca Juga :  Diskusikan Pariwisata, Kadin Abdya Ajak Kaula Muda Ngopi Bareng

“Saya tidak paham secara teknis tentang KONI. Kedatangan saya bukan sebagai orang yang akan mendesain KONI, saya hadir hanya sebagai leader KONI,” ujarnya.

Ia bahkan secara terbuka menyatakan tidak ingin memposisikan dirinya sebagai akuntan maupun marketing dalam memimpin organisasi olahraga tersebut.

“Jangan heran kalau nanti di bawah kepemimpinan saya tidak ada kalkulator, karena saya dididik sebagai leader, bukan akuntan dan bukan marketing,” kata Zulkarnain, yang disambut tepuk tangan peserta sidang.

Lebih lanjut, Zulkarnain menegaskan bahwa KONI adalah rumah besar seluruh cabang olahraga dan menjadi pusat pembinaan atlet.

Oleh karena itu, ia menolak keras praktik pengelolaan anggaran yang tidak berdampak langsung pada masyarakat.

“KONI adalah naungan seluruh cabor. Pembinaan ada di KONI. Saya tidak meminta dividen. Yang saya mau, uang yang dikucurkan ke KONI bisa dinikmati oleh masyarakat melalui cabang-cabang olahraga yang dibina, sehingga anggaran pemerintah tidak sia-sia,” tegasnya.

Ia bahkan melontarkan pernyataan keras apabila anggaran KONI tidak mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga :  Personil Polres Abdya Sampaikan Pesan Kamtibmas

“Kalau tidak bisa memberikan apresiasi kepada masyarakat, lebih baik anggaran KONI itu kita buat rumah dhuafa saja,” ucapnya lugas.

Sebagai bentuk komitmen awal dan penghargaan terhadap KONI Abdya, Zulkarnain mengumumkan telah menghibahkan dana pribadi sebesar Rp100 juta untuk organisasi tersebut.

“Sebagai penghargaan saya kepada KONI, saya menghibahkan seratus juta rupiah karena kas kita tidak boleh kosong. Semoga ini dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Zulkarnain juga mengajak seluruh pengurus dan cabang olahraga untuk meninggalkan konflik masa lalu. Ia menegaskan bahwa era kepemimpinannya harus menjadi titik awal persatuan dan kebersamaan.

“Apa pun yang terjadi kemarin, tidak ada lagi di KONI saat ini. Tidak ada lagi sikut-menyikut antar sesama cabor. Kita harus sepakat, hari ini kita hanya punya satu warna, yaitu warna yang ada di logo KONI,” ujarnya.

Terkait hak keuangan, Zulkarnain secara tegas menolak menerima insentif maupun honor selama menjabat sebagai Ketua KONI Abdya.

Baca Juga :  Direktur YLBH-AKA Terpilih Jadi Ketua DPD Perindo Abdya

“Saya tidak akan menikmati seribu perak pun selama saya menjabat sebagai ketua. Insentif saya silakan dialihkan untuk cabor-cabor,” tegasnya.

Ia juga meminta pengurus KONI Abdya agar tidak mencantumkan namanya sebagai penerima manfaat anggaran organisasi.

“Untuk pengurus, silakan lakukan administrasi sesuai AD/ART KONI. Saya minta dengan tegas agar nama saya tidak dimasukkan sebagai pihak yang menikmati anggaran KONI,” kata Zulkarnain.

Mengakhiri pidatonya, Zulkarnain memaparkan visi kepemimpinannya yang menekankan kolaborasi, satu komando, dan orientasi hasil yang jelas.

“Misi saya, setiap visi dan misi harus ada ending-nya, ada cerita akhirnya. Jika saya dipercaya memimpin, saya ingin KONI menjadi payung dan satu komando yang berkolaborasi dengan seluruh cabor,” ujarnya.

Ia menegaskan fokus utamanya adalah kemajuan olahraga Aceh Barat Daya serta kesejahteraan atlet.

“Saya akan mencintai KONI, menyayangi cabang-cabang olahraga, dan menyayangi atlet-atlet Aceh Barat Daya,” pungkas Zulkarnain.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Lagi, Penjual Chip Domino Diciduk di Abdya

Aceh Barat Daya

Besok, KIP Abdya Rekap Suara Per Kecamatan

Aceh Barat Daya

Pendaftaran Dibuka, Bakal Calon Ketua Wajib Setor Biaya Kontribusi Rp 50 Juta

Aceh Barat Daya

Truk Tangki CPO Langgar Aturan, Warga Mengeluh

Aceh Barat Daya

345 Caleg DPRK Abdya Siap Bertarung di Pemilu 2024

Aceh Barat Daya

Imum KPA Bereaksi Terhadap Dugaan Main Kasar Pj. Bupati

Aceh Barat Daya

Pilchiksung Ramai Peminat, Zainun Yusuf: Panitia Harus Bersikap Netral

Aceh Barat Daya

Pemkab Abdya Siap Hibahkan Tanah, Safaruddin Akan Bangun GOR Senilai 16 Miliar Rupiah