Sigli — Sebanyak 221 atlet Kabupaten Pidie dipastikan lolos ke Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV yang akan digelar di Aceh Jaya pada November 2026. Kepastian itu diperoleh setelah para atlet Pidie menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingan Pra PORA yang berlangsung pada November 2025.
Ratusan atlet tersebut berhasil mengamankan tiket PORA setelah bersaing ketat dengan atlet dari kabupaten/kota lain di Aceh. Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, termasuk dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, atlet Pidie tetap menunjukkan daya juang tinggi hingga akhir pertandingan.
Adapun cabang olahraga yang berhasil meloloskan atlet ke PORA antara lain sepak bola dengan 23 atlet, atletik sebanyak 19 atlet, serta anggar dan panahan yang masing-masing meloloskan 18 atlet. Cabang muaythai dan futsal masing-masing menyumbang 15 atlet, disusul tinju dengan 12 atlet.
Sementara itu, petanque meloloskan 9 atlet, karate, sepatu roda, dan tenis meja masing-masing 8 atlet, serta panjat tebing dan arung jeram dengan masing-masing 7 atlet. Adapun sepak takraw, angkat besi, dan pencak silat masing-masing diikuti 5 atlet, sedangkan layar meloloskan 3 atlet.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pidie, Muhammad, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama antara pengurus KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, dan para atlet yang telah berjuang sejak babak Pra PORA.
“Alhamdulillah, atlet-atlet kita sudah berjuang sekuat tenaga dan berhasil meloloskan diri ke PORA Aceh Jaya,” ujar Muhammad saat rapat pleno cabang olahraga di Kantor KONI Pidie.
Ia mengakui, pelaksanaan Pra PORA tahun ini tidak berjalan mudah. Sejumlah atlet bahkan harus menghadapi kondisi sulit akibat bencana banjir yang melanda beberapa daerah di Aceh. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat atlet dan pelatih untuk tetap tampil maksimal. “Terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga yang telah mempersembahkan hasil terbaik bagi Pidie,” kata Muhammad.
Dalam kesempatan itu, Muhammad juga menyampaikan permohonan maaf kepada atlet dan pelatih terkait pelayanan KONI yang dinilai belum maksimal, khususnya dalam hal administrasi dan pemulangan atlet. Menurut dia, kendala tersebut dipicu oleh situasi darurat akibat bencana banjir. “Namun kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi atlet,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Pidie, Ridwan, mengatakan rapat pleno tersebut juga membahas evaluasi kinerja kepengurusan KONI. Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh pengurus aktif dan berkontribusi dalam memajukan olahraga daerah.“Pengurus yang tidak aktif akan dievaluasi. Kita ingin KONI diisi oleh orang-orang yang benar-benar mau bekerja,” kata Ridwan.
Menurut dia, evaluasi merupakan hal wajar dalam sebuah organisasi, terlebih jumlah pengurus KONI Pidie cukup banyak, sementara tingkat kehadiran dalam kegiatan dan rapat masih tergolong rendah. Langkah tersebut, kata Ridwan, diharapkan dapat memperkuat kinerja organisasi menjelang PORA XV.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita









