Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mengimbau masyarakat Kota Banda Aceh agar tidak melakukan panic buying atau membeli bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan di SPBU.
Menurutnya, tindakan tersebut justru dapat dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan dari situasi yang ada.
Irwansyah menjelaskan bahwa saat ini stok BBM di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Krueng Raya masih dalam kondisi aman dengan jumlah mencapai jutaan liter.
Hal tersebut disampaikannya setelah melakukan panggilan video dengan pimpinan Pertamina TBBM Krueng Raya pada Kamis (5/3/2026) malam guna mengklarifikasi fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Banda Aceh.
Dari hasil komunikasi tersebut, pihak Pertamina memastikan ketersediaan BBM berbagai jenis masih mencukupi, mulai dari Pertalite, Pertamax hingga Solar.
Bahkan pada 7 Maret 2026, satu kapal tanker dijadwalkan kembali merapat di Krueng Raya dengan membawa sekitar dua juta liter BBM jenis Pertalite dan Solar.
Selain itu, Pertamina juga berencana menambah armada mobil tangki guna memperlancar distribusi BBM dari TBBM ke SPBU.
Langkah ini dilakukan mengingat antrean panjang di SPBU membuat persediaan BBM di tingkat SPBU lebih cepat habis sehingga pengiriman harus dipercepat dengan tambahan armada.
Berdasarkan data Pertamina di TBBM Krueng Raya per Kamis (5/3/2026), stok BBM yang tersedia meliputi Pertalite sebanyak 3,8 juta liter, Pertamax 2,9 juta liter, Solar 2,1 juta liter, dan Avtur 1,2 juta liter.
Dalam waktu dekat, TBBM Krueng Raya juga telah menjadwalkan kedatangan beberapa kapal tanker untuk menambah pasokan BBM. Pada 7 Maret, Kapal Tanker Mubai akan membawa 1,3 juta liter Pertalite dan 1,5 juta liter Solar. Selanjutnya pada 10 Maret dijadwalkan kedatangan Kapal Tanker Samudera Ayu, serta pada pertengahan Maret kapal tanker Garuda Asia yang juga akan membawa jutaan liter BBM.
Berdasarkan penjelasan tersebut, Irwansyah mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
“Warga diharapkan membeli BBM bukan karena panic buying, tetapi karena memang membutuhkan, dan membeli secukupnya saja. Jangan membeli karena panik seolah-olah stok tidak tersedia,” ujar Irwansyah.
Ia menambahkan, fenomena panic buying dapat memicu praktik tidak sehat seperti penimbunan BBM oleh oknum tertentu yang kemudian menjual kembali dengan harga lebih tinggi.
Irwansyah optimistis masyarakat Banda Aceh dapat memahami kondisi ini dengan baik, sebagaimana sebelumnya masyarakat juga mampu bersikap bijak saat menghadapi berbagai situasi darurat.
“Masyarakat juga diharapkan tidak memanfaatkan isu ini untuk kepentingan pribadi, seperti menimbun BBM atau mengantre berkali-kali untuk dijual kembali. Pertamina sudah memastikan stok BBM aman,” pungkas politisi PKS tersebut.
Editor: Amiruddin. MK














