Home / Aceh Besar

Minggu, 5 April 2026 - 14:30 WIB

Dorongan Inovasi Pendidikan di Aceh Besar Dipertanyakan, Pengamat Soroti Minimnya Roadmap

mm Redaksi

Pengamat politik dan sosial, Usman Lamreung. Foto: Dok. Istimewa

Pengamat politik dan sosial, Usman Lamreung. Foto: Dok. Istimewa

Aceh Besar – Pernyataan Bupati Aceh Besar yang mendorong kepala sekolah untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan menuai sorotan. Ajakan tersebut dinilai sekilas progresif, namun masih menyisakan sejumlah pertanyaan mendasar terkait arah dan implementasinya di lapangan.

Pengamat politik dan sosial, Usman Lamreung, menilai bahwa istilah “inovasi” kerap digunakan sebagai jargon tanpa kejelasan kebijakan yang konkret. Menurutnya, pemerintah daerah sering kali mengedepankan retorika perubahan tanpa diikuti perangkat teknis yang memadai.

“Inovasi tidak boleh berhenti pada seruan normatif. Harus ada indikator yang jelas, peta jalan yang terukur, dan dukungan sistem yang konkret,” ujarnya.

Dalam konteks Aceh Besar, dorongan kepada kepala sekolah untuk berinovasi dinilai belum dibarengi arah kebijakan yang jelas. Tidak adanya parameter keberhasilan, roadmap pendidikan daerah, serta minimnya panduan konkret membuat inovasi berpotensi hanya menjadi beban administratif tambahan.

Baca Juga :  Bappeda Aceh Besar Gelar Desk Pembahasan Perubahan Renja OPD Tahun 2025

Usman juga menyoroti kecenderungan pelimpahan tanggung jawab ke tingkat sekolah tanpa pembenahan di level kebijakan. Padahal, kepala sekolah bukan satu-satunya aktor dalam sistem pendidikan.

Berbagai persoalan mendasar seperti keterbatasan anggaran, distribusi guru yang belum merata, hingga sarana dan prasarana yang minim masih menjadi kendala utama di sejumlah wilayah, terutama daerah pinggiran Aceh Besar.

Realitas tersebut diperparah dengan rendahnya akses teknologi, terbatasnya ruang belajar, serta tingginya beban administrasi sekolah. Dalam kondisi seperti ini, dorongan inovasi tanpa dukungan nyata dinilai tidak akan efektif.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Buka Konsultasi Publik Penyusunan RKPK Tahun 2023

Di sisi lain, ajakan inovasi juga dibarengi dengan berbagai agenda tambahan seperti pembentukan karakter, pelestarian bahasa Aceh, serta penguatan nilai religius. Meski penting, penambahan agenda ini dinilai berpotensi menambah beban sekolah jika tidak direncanakan secara matang.

“Masalahnya bukan pada tujuannya, tetapi pada cara dan prioritasnya. Semua ingin dicapai sekaligus tanpa strategi yang jelas,” tambah Usman.

Menurutnya, pembenahan pendidikan seharusnya difokuskan pada peningkatan literasi dan numerasi, kesiapan menghadapi era digital, serta penguatan kompetensi siswa yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Baca Juga :  Aceh Besar Siap Realisasi APBK Tahun 2025 Sesuai Target

Ia menegaskan bahwa inovasi hanya dapat terwujud jika didukung oleh ekosistem yang memadai, seperti pelatihan berkelanjutan bagi tenaga pendidik, insentif berbasis kinerja, penyederhanaan birokrasi, serta dukungan anggaran yang cukup.

Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pendidikan di Aceh Besar juga dinilai penting, termasuk melihat sejauh mana peningkatan mutu pembelajaran, pengurangan kesenjangan antar sekolah, serta kesiapan lulusan menghadapi tantangan masa depan.

Usman menegaskan bahwa sudah saatnya pemerintah daerah beralih dari pendekatan seremonial ke pendekatan yang lebih substantif.

“Tanpa langkah konkret dan terukur, inovasi hanya akan menjadi slogan yang terdengar indah, tetapi kosong makna,” tutupnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto Tekan Sirene Simulasi AEE – ACE Bandara SIM 2023

Aceh Besar

Tekan Inflasi dan Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Aceh Besar Kembali Gelar Pasar Murah di 20 Kecamatan 

Aceh Besar

Ir H Mawardi Ali Ajak Masyarakat Doakan Kesembuhan Gubernur Aceh

Aceh Besar

Aceh Besar Siap Menuju Gelar TTG Tingkat Provinsi Aceh di Nagan Raya

Aceh Besar

Meugang Pertama, Daging Dijual Rp 180 Ribu Per Kilogram di Aceh Besar

Aceh Besar

Sambut HUT Ke-78 PGRI, HGN dan HUT ke-52 KORPRI Sekolah di Ingin Jaya Gelar Aksi 1 Jam Pungut Sampah

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Gampong Kajhu

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Plh Sekda Aceh Besar Sampaikan Nota Keuangan APBK 2025 di DPRK