Banda Aceh – Dinas Sosial Kota Banda Aceh kembali menampung dan mengamankan satu keluarga orang terlantar yang selama ini mendiami kolong jembatan Pangoe, Kecamatan Ule Kareng, Kota Banda Aceh dua hari lalu.
Sebelumnya sekeluarga orang terlantar tersebut diamankan Sat Pol PP WH Banda Aceh dan menyerahkannya kepada Dinas Sosial Kota Banda Aceh untuk dibina dan selanjutnya dikembalikan ke keluarga di daerah asalnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh Drs. Sukmawati, MAP melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Irwanda menyebutkan keluarga terlantar yang ditampung pihaknya dari Satuan Polisi Pamong Praja / Wilayatul Hisbah Banda Aceh terdiri dari emoat orang yaitu : Herman ( kakeknya), seorang wanita dewasa atas nama cut Moria Ulfa(ibu dari M. Arief Saputra dan Munira Rapatur.
“Atas laporan Pak Camat Kec.Ulee Kareng, di jemput satpol PP/WH, lalu di serahkan ke Dinsos Kota Banda Aceh, dan sekarang di tempatkan di Rumah Singgah Lamjabat Meuraxa B Aceh,”kata Irwanda.

Masih kata Kabid Rehabilitasi Sosial Kota Banda Aceh, ke empat warga terlantar itu kini ditampung di Rumah singgah Lambat Banda Aceh untuk dibina beberapa waktu dan selanjutnya akan dikembalikan ke daerah asalnya, yaitu Aceh Barat.
“Keluarga terlantar ini kita tampung di rumah singgah milik Dinas Sosial Banda Aceh untuk sementara waktu guna melakukan asesmen (pendataan awal ) dan melakukan pembinaan Selama tiga hari, kemudian akan dikembalikan ke Meulaboh, Aceh Barat, ada keluarganya disana, ” ujar Irwanda.
Irwanda memaparkan persoalan orang terlantar itu bukan pertama kali ditangani oleh Pemko Banda Aceh melalui Dinas Sosial, tapi hampir saban bulan terus terjadi, mengingat Kota Banda Aceh merupakan Ibu Kota Provinsi Aceh, maka masyarakat dari luar Banda Aceh yang mencoba mengubah nasibnya, tetapi belum berhasil dan sukses sehingga sebahagian kecil sempat terlantar.
Kecuali itu, penyebab lainnya juga kerab menjadi alasan pada mereka yang berakhir terlantar di Banda Aceh, misalnya anak hasil broken Home (keributan rumahtangga/keluarga), dan juga pernah terdapat mereka yatim piatu tanpa ada siapapun sehingga berakhir terlantar.
“Ada sejumlah penyebab seseorang atau keluarga yang berakhir terlantar di Banda Aceh, namun semuanya yang berhasil kita amankan kita bina dan selanjutnya mengembalikan mereka ke keluarganya di kampung halamannya maupun ke tempat penampungan anak, ” jelas Irwanda.
Data yang diterima dari Dinas Sosial Kota Banda Aceh, saat ini menampung lebih kurang 148 orang di sejumlah tempat di bawah naungan Dinas Sosial Kota Banda Aceh diantaranya, Penyandang Disabilitas sebanyak 15 Orang, Orang terlantar 14 Orang dan Gelandangan 110 orang. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK











