Home / Daerah

Kamis, 16 April 2026 - 13:01 WIB

Dari Sampah Kelapa ke Aksi Iklim: Solusi Bangun Andalas Raih PROPER Hijau 2025

mm Redaksi

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Asruddin (kiri) bersama Direktur Operasi, Edi Sarwono (kanan), menerima 3 PROPER Hijau 2025 untuk Pabrik Lhoknga, Pabrik Cilacap dan Pabrik Tuban dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Asruddin (kiri) bersama Direktur Operasi, Edi Sarwono (kanan), menerima 3 PROPER Hijau 2025 untuk Pabrik Lhoknga, Pabrik Cilacap dan Pabrik Tuban dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Aceh   PT Solusi Bangun Andalas berhasil mengolah hingga 60 ton sampah kelapa per bulan di kawasan pesisir Lhoknga, Aceh Besar melalui program Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera). Program berbasis ekonomi sirkular yang dijalankan bersama dengan komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil) ini, mengantar Perusahaan meraih penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

PROPER atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Penghargaan yang dianugerahkan kepada PT Solusi Bangun Andalas, menandakan kinerja pengelolaan lingkungan yang dijalankan oleh Perusahaan telah melampaui kepatuhan (beyond compliance), termasuk efisiensi energi, pengurangan emisi, serta pemberdayaan masyarakat.

Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono, menggaris bawahi bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara inovasi operasi dan pemberdayaan komunitas. “PROPER Hijau ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan energi dan penurunan emisi di pabrik, hingga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata,” ujar Edi Sarwono.

Baca Juga :  IMMAPSI Peringati Hari Jadi Ke- 10 Tahun, Ketum Ajak Seluruh Pengurus Untuk Tetap Menjaga Eksistensi

Sebelum program Sakeladera dijalankan, sampah kelapa di wilayah pesisir sebagian besar dibakar atau dibiarkan membusuk, yang berkontribusi terhadap emisi karbon hingga 34,8 ton CO₂ per bulan. Di sisi lain, peternak setempat menghadapi tingginya biaya pakan yang mencapai Rp48 juta per bulan akibat ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Melalui program Sakeladera, sampah kelapa diolah menjadi cocopeat (serbuk halus dari sabut kelapa) sebagai alternatif campuran pakan ternak. Inovasi ini mampu menekan biaya pakan hingga 60% atau sekitar Rp28,2 juta per bulan, sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Produk cocopeat juga telah lulus uji laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri terkait kandungan kalsium dan protein.

Solusi Bangun Andalas libatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah kelapa menjadi pakan ternak, sekaligus mengurangi timbulan sampah dan menurunkan emisi. Foto: Dok. Istimewa

Dalam implementasinya, Solusi Bangun Andalas memberikan dukungan berupa pendampingan secara berkelanjutan, penyediaan sarana produksi, serta penguatan kelembagaan masyarakat, sehingga mampu membangun ekosistem usaha yang mandiri dan berkelanjutan. Operasional program ini pun telah menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan dengan rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5. Artinya, setiap Rp1 investasi, menghasilkan Rp2,5 manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga :  Peringatan HUT Bhayangkara ke -78, PUPR Aceh Barat Gelar Turnamen badminton beregu Antar instansi

Kini, timbulan sampah kelapa telah mengalami penurunan menjadi 20–24 ton per bulan. Muhammad Ikhsan, salah satu warga penerima manfaat program, menyampaikan bahwa perubahan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Sekarang sampah kelapa tidak lagi dibuang percuma. Kami bisa mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat, bahkan membantu menekan biaya produksi pakan ternak. Terima kasih Solusi Bangun Andalas,” ujarnya.

Selain program pemberdayaan masyarakat, capaian PROPER Hijau ini juga didukung oleh berbagai inovasi lingkungan di area operasi Perusahaan. Salah satunya adalah penggunaan burner rendah emisi yang berhasil menurunkan emisi hingga 88.931 ton CO₂ ekuivalen sepanjang tahun 2025.

Baca Juga :  Mendapat Hidayah, Satu Personel Polres Aceh Selatan Masuk Islam

Program ini menggunakan teknologi burner generasi kedua yang memungkinkan pembakaran lebih optimal, serta pemanfaatan bahan bakar alternatif (alternative fuel/AF) khususnya liquid AF dari limbah seperti oli bekas hingga mencapai 100%, yang berpotensi menurunkan penggunaan batubara pada burner hingga 40%.

Perusahaan juga terus meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan proses produksi melalui optimalisasi penggunaan energi listrik, pengendalian emisi gas, peningkatan efisiensi bahan bakar dan pelumas, serta inovasi seperti daur ulang karet bekas menjadi komponen filter udara dan pemanfaatan air buangan AC sebagai air domestik untuk kebutuhan MCK.

Keberhasilan Solusi Bangun Andalas dalam mengintegrasikan inovasi sosial melalui program Sakeladera dan eco-inovasi di area operasional menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat dicapai melalui pendekatan menyeluruh. Transformasi limbah menjadi sumber ekonomi, yang didukung oleh efisiensi energi dan penurunan emisi di tingkat industri, tidak hanya menjawab tantangan lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Kodim 0115/Simeulue Panggil Penanggung Jawab Dapur MBG Terkait Temuan Makanan Tak Layak Konsumsi

Daerah

Dukung Sekolah Rakyat, Aceh Utara Siapkan Lahan 351.723 M Persegi

Daerah

Pegawai Disdik Aceh Deklarasi Komitmen Penerapan Zona Integritas

Daerah

Hibah Dana Pilkada Simeulue Capai Rp 8 Milyar

Daerah

Hadiri Pelantikan PPK, Pj Bupati Aceh Besar Ingatkan Bekerja Sesuai Kode Etik

Daerah

Cuaca Ekstrem, Tangkapan Nelayan di Pidie Menurun

Daerah

Peduli Korban Kebakaran, Komisi VII DPRA Serahkan Bantuan untuk Dayah Babul Maghfirah

Aceh Besar

Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Minta Semua Pihak Tahan Diri