Home / Daerah

Minggu, 26 April 2026 - 22:40 WIB

Media Wajib Legal, SMSI Pidie Dorong Profesionalisme Pers

mm Amir Sagita

Penerima mandar SMSI Pidie Muhammad Riza

Penerima mandar SMSI Pidie Muhammad Riza

Sigli – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Pidie menegaskan pentingnya legalitas bagi setiap perusahaan pers sebagai dasar menjalankan fungsi jurnalistik yang profesional dan kredibel.

Penegasan itu disampaikan penerima mandat Ketua SMSI Pidie, Muhammad Riza, dalam pertemuan dengan pemilik media lokal dan penggiat media sosial di kawasan Kawan Bambi, Kecamatan Peukan Baro, Minggu (26/4/2026).

Riza mengatakan, maraknya media berbasis website tanpa legalitas berpotensi merusak ekosistem pers dan menurunkan kepercayaan publik. “Pers wajib berbadan hukum Indonesia. Ini amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” ujarnya.

Baca Juga :  Mantan Aktivis UIN Ar - Raniry, Misran SH Desak Komisioner KKR Yang Terlibat SPPD Fiktif Segera Mundur Demi Marwah Lembaga

Menurut dia, legalitas perusahaan pers mencakup sejumlah komponen. Di antaranya memiliki badan hukum, umumnya berbentuk perseroan terbatas (PT) yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM, serta Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Selain itu, media juga harus memiliki struktur redaksi yang jelas, alamat redaksi yang dapat diverifikasi, serta identitas perusahaan yang transparan.
Ia menambahkan, perusahaan pers juga didorong mengikuti verifikasi Dewan Pers sebagai bentuk pengakuan profesionalisme. Media yang telah terverifikasi, kata Riza, tidak hanya memiliki kredibilitas, tetapi juga memperoleh perlindungan dalam menjalankan kerja jurnalistik.

Baca Juga :  Kapolda Terima Audiensi Kakanwil Kemenkum Aceh, Bahas Sinergi Penegakan Hukum

Riza mengingatkan, media tanpa legalitas berisiko tidak diakui sebagai perusahaan pers, kesulitan menjalin kerja sama dengan instansi resmi, hingga tidak mendapatkan perlindungan hukum sesuai Undang-Undang Pers. “Kalau tidak berbadan hukum, maka tidak dilindungi Undang-Undang Pers,” katanya.

Dalam kesempatan itu, SMSI Pidie menyatakan siap mendampingi pelaku media dalam mengurus legalitas, mulai dari pembentukan badan hukum, pengurusan NIB, penyusunan struktur redaksi, hingga proses verifikasi Dewan Pers.

Baca Juga :  Peringati Hari Krida Pertanian 2024, Pemkab Aceh Besar Gelar Apel Gabungan

Sejumlah pemilik media yang hadir mengakui masih menghadapi kendala dalam mengurus legalitas. Sebagian besar memulai media dari hobi dan semangat berbagi informasi. Kondisi tersebut, menurut Riza, menjadi tantangan sekaligus peluang pembinaan.

“Media harus naik kelas, dari sekadar hobi menjadi perusahaan pers yang profesional,” ujarnya.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat pers daerah yang berlandaskan hukum, menjunjung etika, dan menjadi sumber informasi yang akurat serta terpercaya.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Pj Ketua PKK Aceh Barat Lantik Ketua TP PKK Enam Kecamatan

Daerah

Pidie Harus Mampu Capai 30 Persen Sanitasi Aman

Daerah

Personel Polres Aceh Jaya Raih Mendali Emas pada Pora XIV Pidie

Daerah

SSB Sejati Beutong Gelar Turnamen Perdana Usia Dini 2024

Daerah

Pemulihan Pascabencana Aceh, Sekda Dorong Program Cash for Work dan Percepatan Rehab-Rekon

Daerah

Sesosok Ibnu Khatab Dipinang Peureute Gabthat Aceh Maju Calon Legislatif DPR Aceh

Daerah

Guru diminta Tanya Kepada PWI Mana Wartawan Yang Benar!

Aceh Timur

Meriah! Ribuan Warga Sambut Pawai Ta’aruf MTQ Aceh ke-37 di Pidie Jaya, Kafilah Aceh Timur Teriakkan Yel-Yel ‘Garang!’